KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah siap menyambut kedatangan jemaah haji Sultra.
Jemaah haji Sultra tersebut dijadwalkan akan diberangkatkan dari Madinah pulang ke tanah air pada 21 Juli 2023, menuju embarkasi Makassar dan tiba pada 22 juli, kemudian pada 23 Juli tiba di Bandar Udara Halu Oleo Kendari.
Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Muhammad Saleh mengatakan terkait persiapan pemulangan haji pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan lintas sektor pemerintah daerah, juga semua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Sultra.
“Kita sudah siap untuk menyambut pemulangan jamaah haji provinsi Sultra kloter 24, kloter pertama. Kita terima di bandara oleh Pemerintah Provinsi, kita mendampingi pada 23 intinya sudah siap,” ujar Muhammad Saleh.
Sementara itu, Kepala bidang (Kabid) Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sultra, Marni mengatakan bahwa jemaah haji Sultra saat ini berjumlah 2.163.
“Jadi jemaah kita untuk Sutra itu berjumlah 2.166 orang, yang meninggal itu sudah tiga jemaah haji, jadi sekarang 2.163 jemaah,” ungkapnya.
Jemaah tersebut terbagi dari 5 kloter penuh, dimana satu pesawat dalam satu kloter berjumlah 393 orang jemaah haji.
“Jadi 5 kloter yang full, kemudian kloter 30, 31 itu adalah sebanyak 60 orang. Kloter tambahan 147 jemaah, kloter 31 itu dia gabungan dengan Sulawesi Selatan. Nah saat ini sudah ada di Madinah. Mereka melaksanakan arbain,” ungkapnya .
“Setelah itu, 21 Juli 2023, kloter 24 Kota Kendari diberangkatkan dari Madinah menuju embarkasi Makassar jadi tiba dari Madinah ke embarkasi Makassar tanggal 22. Kemudian tanggal 23 itu tiba di kota Kendari, Bandara Haluoleo,” tambahnya menjelaskan.
Bahkan, pihaknya telah melakukan simulasi kedatangan jamaah haji di Bandara Haluoleo. Dimana, pada 23 Juli 2023 kloter 24 akan tiba pertama menggunakan pesawat Lion, sekira pukul 12.00 WITA.
“Mudah-mudahan tidak delay, akan dijemput langsung oleh Gubernur di pesawat,” katanya.
Setelah itu, para jemaah kemudian diarahkan ke asrama haji Kota Kendari, kemudian langsung diserahkan ke keluarga, agar tidak ada penumpukan jemaah.
“Jadi memang diatur sedemikian rupa supaya mereka juga tenang nanti di asrama haji Kendari baru diserahkan kepada keluarga,” tutupnya. (**)
Comment