EDISIINDONESIA.id- Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) menginisiasi program Sekolah Staf Presiden (SSP) untuk pertama kalinya. Program ini bertujuan untuk membentuk calon pemimpin bangsa menjadi negarawan masa depan melalui metode kerja strategis, taktis, dan praktis di lingkungan Istana Kepresidenan Republik Indonesia. Salah satu peserta terpilih dalam program ini adalah Rahmat Hidayat, asal Sulawesi Tenggara.
Rahmat Hidayat berhasil menjadi salah satu dari 35 orang peserta terpilih setelah melewati proses seleksi yang sangat ketat, termasuk seleksi administrasi, tes esai, pengalaman organisasi, dan wawancara dengan pejabat dan tenaga ahli KSP. Meskipun hampir 70.000 orang mendaftar dari seluruh Indonesia, Rahmat berhasil bersaing dan mendapatkan kesempatan berharga menjadi peserta SSP angkatan pertama.
Rahmat Hidayat merupakan pemuda kelahiran Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara. Dia adalah lulusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura, dengan Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Keberhasilan Rahmat dalam program SSP juga menjadi prestasi luar biasa karena dia adalah lulusan perguruan tinggi dari Indonesia timur pertama dan satu-satunya yang lolos dalam program ini. Sebelumnya, Rahmat menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di Kabupaten Muna.
Selain memiliki pengalaman organisasi di dalam dan di luar kampus, serta keterlibatan dalam berbagai event mahasiswa dan kepemudaan di tingkat lokal, nasional, hingga internasional, Rahmat berhasil meyakinkan Tim Seleksi SSP dengan kontribusinya dalam merumuskan policy brief bagi Pemerintah Daerah Maluku. Ia melakukan ini dengan menginisiasi regulasi keolahragaan daerah berdasarkan riset akademis yang dilakukannya. Ide menariknya tentang “Resolusi Masalah Bangsa dengan Nilai-Nilai dalam Olahraga” juga menjadi salah satu alasan dia terpilih. Gagasan ini mencoba mengatasi konflik sosial bangsa dengan pendekatan nilai-nilai olimpisme.
Rahmat percaya bahwa nilai-nilai olimpisme seperti respect, excellence, dan friendship relevan dengan nilai-nilai Pancasila. Bagi Rahmat, olimpisme mewujudkan nilai-nilai ini secara praktis dan konkret melalui olahraga. Menurutnya, olahraga dalam waktu yang relatif singkat dapat mengurangi sisi individualitas dan primordialitas dalam diri seseorang maupun kelompok. Penerimaan perbedaan dalam olahraga menjadi kunci utama untuk mencapai persatuan dan kerja sama menuju tujuan bersama, yaitu kemenangan.
Meskipun pengalamannya dalam program SSP tahun lalu berlangsung singkat, Rahmat Hidayat telah mendapatkan gambaran nyata dalam mengelola negara sesuai dengan disiplinnya.
Di tahun 2023 ini, KSP bekerjasama dengan PT. Pertamina kembali membuka program SSP angkatan kedua bagi pemuda-pemudi daerah yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini telah diumumkan 35 orang terpilih untuk mengikuti program tersebut pada tanggal 2-15 Juli 2023.
Program yang bermanfaat untuk upskilling, reskilling, dan new skilling selama 14 hari ini diharapkan dapat memberikan pengalaman bagi pemuda-pemudi untuk melaksanakan pengendalian program prioritas nasional, komunikasi politik, dan pengelolaan isu strategis sebagai negarawan kedepannya.(**)
Biodata:
Nama: Rahmat Hidayat
TTL : Muna, (Masalili) 29 Maret 1995
Anak: Pertama
Bapak: Alm. Rahim
Ibu : Wa Ode Halini
Pendidikan
- SDN 13 Kontunaga
- SMPN 4 Raha
- SMAN 2 Kontunaga
- Penjaskesrek, FKIP, Universitas Pattimura
Organisasi
Internal Kampus
- HMPS Penjaskesrek Unpatti
- DPM FKIP Unpatti
- Majelis Ta’lim FKIP Unpatti
- Forwacana UNJ
Eksternal Kampus
- Himpunan Pelajar Mahasiswa Maluku Sulawesi Tenggara (HIPMMAST)
- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon
- Ikatan Mahasiswa Olahraga Indonesia (IMORI) Wilayah Maluku
Comment