Penganiayaan Senior ke Junior, Rektor UHO Sebut Tidak Akan Mentolerir Kekerasan di Lingkungan Kampus

KENDARI, EDISIINDONESIA. id- Penganiayaan yang terjadi di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari sehingga mengakibatkan WAP (19) dari Jurusan D3 Teknik Sipil mengalami luka lebam.

Diduga penganiayaan tersebut di lakukan oleh dua senior dari jurusan yang sama dengan korban, yakni. SF (20) dan NI (22).

Akibat dari kejadian itu. Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari Prof Muh Zamrun Firihu mengatakan tidak akan mentolerir bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus.

“Pihak UHO tidak akan mentolerir kejadian seperti ini,” tegasnya dalam keterangan tertulisnya melalui WhatsApp, Jumat (2/5/23).

Orang nomor satu di Universitas Halu Oleo itu mengutarakan, setelah terjadinya tindakan penganiayaan. Ia memberikan arahan kepada seluruh pimpinan unit agar mengontrol semua kegiatan mahasiswa. Kemudian kegiatan yang dilakukan harus mendapat izin dari pimpinan fakultas.

Selain itu juga, Prof Muh Zamrun menyebut terkait dengan proses hukum yang saat ini tengah berproses di kepolisian. Sepenuhnya ia serahkan kepada pihak kepolisian.

“Kami serahkan proses hukumnya sesuai dengan ketentuan hukum yang ada,” ujarnya.

Diketahui, kedua terduga pelaku penganiayaan tengah di tahan di Mapolsek Poasia.(**)

Comment