Djohan Boy Sebut Hal Biasa Polemik Lokasi Silaturahmi KKMM di Kendari

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Silaturahmi akbar perdana Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) dipusatkan di Kota Kendari, pada Minggu (19/7/2026).

Puluhan ribu masyarakat Muna yang tersebar diberbagai wilayah di Indonesia diperkirakan menghadiri kegiatan tersebut.

Namun, penetapan lokasi silaturahmi di Kota Kendari mengundang sorotan miring dari sejumlah pihak. Tetapi tidak dengan salah satu tokoh masyarakat Kabupaten Muna, La Ode Djohan Boy.

Menurut dia, polemik penetapan lokasi pertemuan KKMM merupakan hal biasa. Dalam negara demokrasi perbedaan pendapat adalah wajar yang dijamin oleh undang-undang asalkan tidak bersentuhan dengan perbuatan atau tindakan melawan hukum.

“Begitupun dengan rencana pemberian penghargaan kepada Gubernur Sultra oleh KKMM. Pemberian gelar atau penghargaan bagi warga negara Indonesia yang berprestasi, saya kira juga hal wajar,” ujar Djohan Boy, Sabtu (18/7/2026).

Ia menambahkan, KKMM di Sultra baru saja terbentuk. Sehingga, oleh panitia memilih lokasi di Kendari atau ibu kota Provinsi Sultra.

“Kalau pengurus KKMM tingkat II atau Kabupaten/Kota kan belum terbentuk. Kedepan jika jajaran pengurus tingkat II telah terbentuk, bisa jadi berdasarkan kesepakatan dan pembahasan silaturahmi KKMM berikutnya dapat diselenggarakan di Muna atau di Kabupaten lain,” lanjutnya.

Diakhir pendapatnya, ia berharap dengan polemik yang timbul KKMM bisa memberikan nilai tambah atau kontribusi pemikiran bagi kemajuan pembangunan di Sulawesi Tenggara pada umumnya serta bagi seluruh masyarakat Muna dimanapun berada. (**)

Comment