WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Kedatangan Bupati Wakatobi, Haliana dalam rangka Safari Ramadan ke Pulau Tomia mendapat penolakan oleh sekelompok massa pemuda-pelajar.
Penolakan terlihat dalam aksi demonstrasi yang digelar di jalan simpang lima, kantor camat Tomia, gedung pemuda, kantor camat Tomia timur oleh mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas mahasiswa pemuda pelajar Waitii Raya (SIMPPATI-RAYA) Kendari, Rabu (5/4/2023).
Hal itu dilakukan sebab mereka menilai semenjak Haliana dilantik sebagai Bupati Wakatobi pada 2021 silam, hanya sibuk melakukan mutasi pejabat dilingkup Pemerintah daerah (Pemda) Wakatobi.
Sementara pembangunan di daerah, khususnya di pulau Tomia terkesan diabaikan. Demikian disampaikan koordinator aksi, Malik.
“Ingat! Kami haramkan Bupati Wakatobi menginjakan kaki di tanah fungka barakati pulau Tomia, dengan kebohongan-kebohongan semata dan janji yang tidak terealisasi,” kecam Malik.
Tak hanya itu kata dia, banyak visi misi dan program Bupati Wakatobi Haliana yang belum mampu direalisasi diantaranya, dokter spesialis (setiap puskesmas/pulau), dan ambulance laut (speed) di setiap pulau.
Tak sampai disitu lanjut dia, program merdeka belajar (beasiswa bidikmisi) yang semenjak tahun lalu telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati Wakatobi Haliana kepada mahasiswa dan mahasiswi yang di wakili oleh orang tua masing-masing, namun faktanya anggaran tersebut tak kunjung di dapat oleh penerima beasiswa.
“Kami menduga ada pembekuan anggaran tersebut dari dinas terkait,” ungkapnya.
Belum lagi, saat kampanye pada tahun 2020 Bupati Wakatobi Haliana menjanjikan akan mengucurkan anggaran Rp 1 milyar perdesa, namun faktanya hingga sekarang belum terealisasikan.
Ia menilai, safari ramadhan atau kunjungan kerja Bupati Wakatobi di setiap pulau hanya menghabis-habiskan anggaran daerah untuk kegiatan yang tidak bermanfaat. Sementara janjinya saat kampanye tak kunjung direalisasikan.
Karenanya para demonstran ini mendesak untuk merealisasikan anggaran bidik misi.
“Jika kurun waktu 24 jam janji Bupati Wakatobi dan realisasi anggaran bidikmisi merdeka belajar tidak terealisasi maka kami dari SIMPPATI-RAYA) Kendari meminta dengan tegas kepada Bupati Wakatobi Haliana untuk memundurkan diri dari jabatannya,” Ujarnya.
Alih-alih begitu, kendati massa aksi terus melayangkan protes, namun Haliana tak memberi respon. (EI/Nur)
Comment