KENDARI, EDISIINSONESIA.id- Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) menyatakan sikap mengapresiasi ketegasan dan profesionalisme Kapolri dalam proses penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan di internal Polri saat ini.
Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) melalui Wasekjend Bidang Internal, Abdur Rajab Saputra menjelaskan, dukungan itu diberikan lantaran detoksifikasi oknum di internal Polri yang berhasil ditindak oleh Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
“Kita sepakat dengan niat baik Pak Kapolri dalam menjaga marwah Bhayangkara khususnya mengenai kasus pembunuhan Brigadir J yang merembet ke pengungkapan bisnis haram yang dibekengi oleh oknum-oknum Perwira Tinggi di intitusi ini,” kata Rajab dalam jumpa pers di Sivalaya Coffee, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/8/2022).
Rajab yang juga demisioner Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis Sulawesi Tenggara ini menilai desakan untuk menonaktifkan Kapolri ditengah kerja kerasnya melakukan reformasi di intitusi kepolisian saat ini dianggapnya bukan solusi yang tepat, bahkan justru menilai ada pesanan kelompok lain yang manfaatkan situasi pelik di Kepolisian.
:Kami sangat meyakini bahwa melalui kasus ini, Kapolri akan lebih selektif dalam menempatkan personel dalam jabatan strategis sebab masih terlalu banyak orang baik di tubuh Polri” ujarnya.
Tugas pokok dan wewenang Polri yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat maka Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) instruksikan kader seluruh Indonesia mendukung sikap profesional Kapolri.
“Untuk seluruh kader GPM, baik yang tergabung di DPD maupun Di DPC seluruh Indonesia untuk menggelar aksi dalam mendukung kerja Profesional Kapolri & menolak penonaktifan Kapolri yang diduga sebagai agenda titipan pihak tertentu” tutupnya.(**)
Comment