Wings Air Hengkang, Bandara Maranggo Tomia Diusulkan Tutup, Bagaimana Nasib Pariwisata Wakatobi?

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Pasca resmi berhenti layanan penerbangan pesawat Wings Air rute Wakatobi – Kendari dan sebaliknya sejak 8 Juli lalu, kini giliran Bandara Udara Maranggo Tomia Terancam bakal ditutup untuk sementara waktu.

Hal itu menyusul adanya aksi demonstrasi di kantor DPRD Wakatobi menuntut ganti rugi pembebasan lahan bandara Maranggo Tomia milik masyarakat setempat kepada pihak pengelola yakni Wakatobi Dive Resort yang bergerak di bidang kepariwisataan.

Menindaklanjuti aspirasi masyarakat, DPRD menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Pemerintah Daerah, Kamis (14/7/2022).

RDP tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan agar dapat di tindaklanjuti untuk membentuk tim penulusuran penyerahan aset bandara Maranggo Tomia dari Pemerintah Kabupaten Buton ke Pemda Wakatobi.

“Setelah beberapa aksi ke DPRD di lanjutkan RDP dengan pemerintah menghasilkan beberapa kesepakatan meliputi aspek narasi gagasan, permasalahan yang tidak tuntas soal ganti rugi tanah, dan prospeknya. Menindaklanjuti ke pemerintah daerah agar Bupati dapat mempertimbangkan untuk memenuhi maksud lembaga penyampai aspirasi dimaksud agar untuk sementara waktu bandara Maranggo Tomia di tutup sampai persoalan ganti rugi tanah terselesaikan,” ungkap Ketua DPRD, Hamiruddin membacakan kesimpulan RDP bersama Pemda.

Seperti diwartakan sebelumnya, anggota DPRD dari partai Golkar, Badalan menilai berhentinya beroperasi pesawat Wings Air armada udara satu-satunya yang melayani penumpang domestik dapat mengancam angka kunjungan pariwisata ke Wakatobi.

Nasib pariwisata Wakatobi dapat dipastikan mengalami keterpurukan jika bandara Maranggo Tomia ikut ditutup. Pasalnya, bandara udara tersebut berperan penting mendatangkan wisatawan mancanegara melalui penerbangan langsung dari daerah-daerah pariwisata tersohor seperti Bali dan sekitarnya. (**)

Comment