Wakil Bupati Konsel Temui Warga Terkait Blokade Jalan Poros Landono-Kendari

Wabub Konsel Rasyid dan Kepolisian Resort Konsel yang dipimpin Kapolres AKBP Wisnu Wibowo saat menemui sejumlah elemen masyarakat yang melakukan demonstrasi terkait kondisi jalan yang rusak parah. (Foto: dok. Istimewa)

KONSEL, EDISIINDONESIA.id – Sejumlah elemen masyarakat terdiri dari Perkumpulan Masyarakat Tolaki (PMT) Sulawesi Tenggara cabang Konawe Selatan (Konsel) bersama Lembaga Bantuan dan Penegakan Hukum (LBPH) beserta masyarakat menggelar blokade Jalan Poros Landono-Kendari, tepatnya di Desa Wonua Sangia, Kecamatan Landono, Kamis (30/6).

Ketua PMT cabang Konsel, Adam Tungga mengatakan demonstrasi karena kondisi jalan, khususnya jalan provinsi di wilayah Kecamatan Landono yang rusak parah.

Dia menambahkan, hingga saat ini tidak ada perhatian pemerintah provinsi untuk melakukan perbaikan.

Namun setelah melalui dialog antara massa aksi, pemerintah daerah kabupaten yang dipimpin Wabub Konsel Rasyid dan Kepolisian Resort Konsel yang dipimpin Kapolres AKBP Wisnu Wibowo, akhirnya jalan yang berstatus jalan provinsi yang diblokade sudah bisa dilewati kendaraan.

Adam mengatakan, pihaknya membuka blokade jalan karena mempertimbangkan solusi yang diberikan Pemkab dalam hal ini Wabub Konsel, Rasyid.

“Solusi yang ditawarkan yakni pada Senin pekan depan, kami akan menghadap pak Gubernur. Kami yang tergabung pada gerakan hari ini sudah membuka akses jalan. Sehingga masyarakat bisa kembali lewat,” ungkapnya.

Dirinya berharap apa yang dijanjikan Rasyid khususnya kepada masyarakat Kecamatan Landono untuk dipertemukan dengan Gubernur bisa terealisasikan dan ada solusi dari pemprov.

Sementara itu Wakil Bupati Konsel, Rasyid mengungkapkan terkait jalan Ambaipua-Motaha, harus segera mendapat perhatian penuh dari Pemprov Sultra.

Mengingat status jalan tersebut tanggung jawab pemerintah Provinsi. Terkait kenapa hanya di Kecamatan Angata yang dibenahi, dirinya mengaku siap mendampingi masyarakat mencari solusi ataupun jalan tengah yang disetujui baik oleh semua pihak.

“Kalau yang dikerjakan hanya Kecamatan Mowila-Landono pasti ada pertanyaan. Begitu pula kalau yang dikerjakan hanya di Kecamatan Angata. Makanya harus ada perhatian seutuhnya dari Pemerintah Provinsi,” ungkapnya.

Pihaknya menginginkan Pemprov memberikan perhatian khusus terkait ruas jalan Motaha-Ambaipua itu.

“Insya Allah, setelah berdiskusi dengan masyarakat dalam hal ini massa aksi, senin pekan depan kita akan menghadap pak Gubernur Sultra. Membuka ruang diskusi, sehingga ada solusi yang terbaik untuk permasalahan ini,” pungkasnya. (**)

Comment