KENDARI, EDISIINDONESIA.com- Ketua Perkumpulan Anak Maros (Pa’Mai) Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Nur Baso menyesalkan aturan yang di ditetapkan panitia Musyawarah Wilayah Keluarga Kurukunan Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinilai hanya menguntungkan calon tertentu.
Andi Nur Baso menilai, jika aturan penetapan umur suatu calon harus 45 tahun ke atas maka ini dinilai kiliru bagi panitia,
“Saya sebagai calon yang sudah mengambil formulir, karena umur saya belum sampai 45 tahun, secara aturan saya sudah gugur, berarti panitia tidak memberi kesempatan bagi kaum millenial untuk memimpin organisasi kekeluargaan ini,” kata Andi Nur Baso kepada Edisiindonesia.com, Sabtu (26/3/2022).
Ketua Pengprov Persatuan Golf Indonesia (PGI) Sultra ini menyebut, panitia Muswil memberi ruang kepada semua warga Sulawesi Selatan yang ada di daerah rantau di Sulawesi Tenggara untuk siapa saja yang kerkomputen untuk menahkodai KKSS Sultra.
“KKSS ini kan organisasi kekeluargaan, jadi janganlah di batasi umur pendaftaran, berikanlah peluang bagi teman-teman yang ingin bertarung menjadi ketua KKSS,” katanya.
Selain itu, Andi Nur Baso juga menyayangkan untuk mendaftarkan calon ketua harus menyetor uang pendaftaran sebesar 150 juta,
“Kalau hanya 50 juta itu wajar, tapi kalau uang pendaftaran sampai 150 juta saya rasa itu tidak wajar, karena ini organisasi kekeluargaan bukan organisasi profit, yang mana kita ketahui bersama organisasi ini tempat kita bersilaturahmi bagi sodara-sodara kita dari Sulawesi Selatan,” kesal Andi Baso.
Andi Baso menambahkan, uang pendaftaran ini dirinya merasa keberatan dan janggal karena baru kali ini pemilihan ketua KKSS di Sulawesi Tenggara harus ada dana pendaftaran, seharusnya segala biaya di tanggung sepenuhnya oleh pengurus lama dan itu sesuai AD/ART DPP KKSS, bahkan kata dia Andi Baso aturan ini di desain untuk meloloskan salah satu calon tertentu,
“Didalam aturan ada poin tertentu, jika calon dari kalangan TNI atau Polri wajib memperoleh surat dari komandannya, sementara ada calon dari salah satu Bupati tidak di berikan aturan, kan ini rancu menurut saya, jadi bisa di simpulkan kalau Muswil ke V ini di desain bagi orang- orang tertentu untuk menjadi ketua KKSS Sultra,” tutupnya. (**)
Comment