WAKATOBI, EDISIIBDONESIA.com – Seorang Wartawan salah satu media Online di Kabupaten Wakatobi, Syaiful mengaku diserang orang tak dikenal (OTK).
Dia diserang setelah beberapa kali memberitakan aksi premanisme sekelompok pemuda yang membubarkan demo Koalisi Parlemen Jalanan (KPJ) terkait dukungan terhadap Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) soal dugaan pelanggaran sistem merit di lingkungan Pemda Wakatobi yang terjadi pada Selasa, 22 Maret 2022.
Insiden yang menimpa Syaiful terjadi pada Sabtu (26/3/2022) pukul 12:05 dini hari wita di Desa Numana tak jauh dari perbatasan dengan Kelurahan Mandati III, Kecamatan Wangi-wangi Selatan.
Syaiful mengatakan, penyerangan itu terjadi ketika ia dalam perjalanan pulang ke Desa Liya Onemelangka dari rumah kerabatnya di wilayah mandati.
Saat itu kata dia, sebelum dari rumah temannya, ia masih sempat mampir membeli makanan disalah satu rumah makan. Dalam perjalanan pulang menuju arah Liya, ia diikuti sebuah kendaraan roda dua dari arah belakang.
Awalnya Syaiful tidak merasa curiga dengan kendaraan yang mengikutinya. Namun ketika ia berbalik kembali menuju arah Mandati, tiba-tiba datang mendekat tiga orang yang berboncengan menggunakan sebuah sepeda motor.
Dua orang diantaranya turun dan langsung menyerang korban. Sementara satu orang lainnya tetap berada di atas motor.
“Setiba saya diwilayah desa Numana lewati gerbang masuk dari arah Mandati, saya tiba -tiba kepikiran untuk balik, sebab ada yang lupa untuk dibeli dikios. Pada saat saya memutarkan motor untuk kembali kearah mandati saya masih berhenti dan menepuk-nepuk kap motor bagian depan untuk menyalakan lampunya, sebab lampu motor saya memang agak tidak normal. Pada saat itu motor yg sempat melambung saya itu tiba-tiba berbelok juga. Setibanya motor itu menghampiri saya pada saat saya sedang membungkuk memperbaiki lampu motor, ternyata motor yang memutar tadi itu singgah dan lansung beraksi, mengayunkan tangan sambil memegang benda, dan mengenai bagian belakang saya, aksinya sangat cepat,” Syaiful wartawan TenggaraNews, Sabtu (26/3/2022)
Akibat kejadian itu, ia mengalami lebam di bagian punggung.
“Saya pun jatuh tersungkur dengan motor. Setelah saya bangun mereka sudah pergi dengan sangat cepat, akibatnya saya kena memar dibagian belakang,” ungkapnya.
Setelah kejadian itu, korban langsung menghubungi kerabatnya sesama Jurnalis. Tak lama kemudian datang beberapa orang teman dan mengantarnya pulang.
“Dari peristiwa tersebut, saya tidak mengerti apakah itu ada hubungannya dengan profesi saya atau persoalan lain, ataupun kecelakaan semata,” tuturnya
Dia pun berharap kejadian tersebut tidak terulang kembali.
“Kalupun tuhan sudah menggariskan itu, semoga saya bisa mengetahui orangnya, supaya saya doakan untuk segera bertobat sebelum malaikat maut menghampirinya,” harapnya.(**)
Comment