Beli iPhone Rp22 Juta, Pelanggan Tokopedia Terima Isi Paket Hanya Dua Kotak Susu

EDISIINDONESIA.id- Unggahan seorang pelanggan di media sosial Threads menjadi sorotan publik setelah ia mengaku mengalami kerugian akibat menerima barang yang sama sekali tidak sesuai dengan pesanannya di Tokopedia.

Melalui akun @chandrarizqim, pelanggan tersebut menceritakan kronologi pembelian iPhone 17 berkapasitas 256 GB yang diduga mengalami penggantian isi paket atau kehilangan barang selama proses pengiriman.

Ia sudah mengajukan komplain kepada pihak Tokopedia dan perusahaan jasa pengiriman, namun hingga saat ini kasus tersebut belum menemukan titik terang. Ceritanya pun menuai ribuan tanggapan dari warganet yang turut menyoroti kinerja penanganan pengaduan di platform belanja daring tersebut.

Awal Transaksi Sebesar Rp22 Juta

Pelanggan tersebut menjelaskan bahwa ia memesan iPhone 17 256 GB dari penjual bernama Collins Official pada 2 Juni 2026 dengan total biaya Rp22.999.000. Barang dikirimkan ke alamat rumah orang tuanya di Sidoarjo, karena saat itu ia sedang berada di Surabaya.

Paket tersebut tiba di lokasi tujuan pada 5 Juni 2026, namun baru diambil keesokan harinya. Saat memegang paket, ia langsung merasakan ada kejanggalan dari bentuk dan berat kemasan. Karena merasa tidak biasa, ia memutuskan merekam seluruh proses pembukaan paket sebagai bukti.

“Saya pegang sudah enggak beres, tampilannya juga tidak seperti biasanya. Begitu saya buka dan cek, saya kaget ternyata isinya hanya dua kotak susu,” ungkapnya, sebagaimana dikutip fajar.co.id pada Sabtu (4/7/2026). Ia menambahkan bahwa rekaman video proses pembukaan paket tersebut siap diperlihatkan jika diperlukan.

Komplain Belum Dapat Kepastian

Setelah mengetahui isi paket, pelanggan langsung menghubungi pihak Tokopedia dan penjual. Pihak penjual diketahui telah mengirimkan bukti proses pengepakan serta mengakui adanya kejanggalan pada kondisi paket yang diterima pembeli.

Pihak Tokopedia sempat meminta waktu selama 3 x 24 jam untuk melakukan penyelidikan. Namun, proses tersebut berjalan jauh lebih lama dari janji. “Saya setuju menunggu, tapi sampai hari ketujuh masih saja berstatus proses. Bahkan setelah 18 hari berjalan belum ada kejelasan. Setiap kali saya tanya, jawabannya selalu sama, masih dalam investigasi,” keluhnya.

Karena tak kunjung ada kepastian, ia pun mendatangi kantor gudang JNE, jasa pengiriman yang menangani paketnya. Pihak JNE menyatakan bahwa hasil pemeriksaan sudah selesai dan diserahkan kepada Tokopedia.

Namun, ia justru terkejut mengetahui bahwa pengaduan yang diajukan dianggap selesai secara sepihak oleh sistem, padahal dana pembayaran belum dikembalikan dan permasalahan belum terselesaikan. Ia juga belum mendapatkan jawaban saat meminta dipertemukan langsung dengan pihak penjual.

Pertanyakan Manfaat Asuransi Pengiriman

Total kerugian yang dialami pelanggan tersebut mencapai Rp15.658.689. Ia mengaku sudah bersabar menunggu selama berminggu-minggu, namun akhirnya memutuskan membagikan pengalamannya ke publik karena kecewa dengan tanggapan yang lambat.

Ia juga mempertanyakan kegunaan biaya asuransi pengiriman yang sudah dibayarkannya, mengingat hingga saat ini belum ada solusi yang ditawarkan. “Saya sudah membayar asuransi secara penuh, tapi mengapa penyelesaiannya begitu sulit?” sesalnya.

Hingga berita ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pihak Tokopedia maupun JNE yang merespons kasus yang dipublikasikan tersebut.(edisi/fajar)

Comment