BUSEL, EDISIINDONESIA.id – Operasi Search and Rescue (SAR) terhadap kapal GT 21 yang mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas resmi ditutup setelah seluruh penumpang kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.
Pada Minggu (28/6/2026) pukul 19.09 WITA, tim SAR menerima informasi dari pemilik kapal yang menyampaikan bahwa kapal tersebut telah berhasil ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari. Seluruh delapan orang yang berada di atas kapal dipastikan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengatakan bahwa operasi SAR dinyatakan selesai setelah seluruh korban berhasil dievakuasi.
“Dengan telah terevakuasinya seluruh POB kapal dalam keadaan selamat, Operasi SAR kecelakaan kapal terhadap satu kapal GT 21 dengan POB delapan orang yang mengalami mati mesin dan terombang-ambing di sekitar perairan sebelah utara Pulau Batu Atas dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Amiruddin AS.
Berdasarkan laporan yang diterima, kapal Pa’gae dengan delapan orang di atas kapal berangkat dari Siompu menuju Wanci pada Jumat (27/6/2026) pukul 05.30 WITA.
Namun sekitar pukul 09.00 WITA, kapal mengalami mati mesin. Awak kapal sempat berupaya melakukan perbaikan, tetapi tidak berhasil sehingga akhirnya meminta bantuan untuk dievakuasi.
Adapun delapan orang yang berada di atas kapal tersebut, yakni Rahman (59), nakhoda, Bahar (35), Pace (19), Adi (21), Dili (33), Tompal (37), Rahim (30) dan Amang (19).
Berkat koordinasi yang baik antara pemilik kapal, nelayan setempat, dan tim SAR, kapal berhasil ditarik menuju Desa Bahari sehingga seluruh awak kapal dapat diselamatkan tanpa adanya korban jiwa.
Dengan berakhirnya proses evakuasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kendari menyatakan Operasi SAR resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. (**)
Comment