MUNA, EDISIINDONESIA.com – Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor Cabang Pembantu (Kacab) Raha, Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ketersediaan beras medium untuk tiga bulan ke depan, di wilayah Muna dan Muna Barat (Mubar) aman dan terkendali.
Kepala Kacab Bulog Raha, Ritno, menyebutkan Bulog Raha akan komoditi beras, memiliki stok 350 ton, sedang dalam perjalanan 250 ton, sehingga totalnya sebanyak 600 ton.
“Data konsumsi dua bulan terakhir, bermain diangka 200 sampai 250 ton. Jika stok kami 600 ton untuk wilayah Muna dan Mubar, ketahanan stok kita bisa sampai tiga bulan,” terang Ritno, diruang kerjanya, Selasa (22/3/2022).
Dia mengatakan, menghadapi bulan ramadhan dan lebaran idhul fitri tahun ini stok cukup.
“Kalaupun nanti kita lihat ada kenaikan konsumsi beras bulog, tentu saja, kami akan menyiapkan dalam bentuk permintaan, dari gudang bulog dari daerah yang ada disentra produksi,” ujarnya.
Sampai saat ini, lanjut Ritno, penugasan Bulog, terkait pasokan dan stabilisasi harga masih dalam bentuk beras.
“Kalau yang menyangkut seperti gula, terigu bahkan ada beras premium, itu bukan dalam ranah PSO atau pelayanan publik, tapi lebih kepada ranah komersial,” tambah dia.
Ditanya menyangkut kelangkaan pasokan dan stabilisasi harga minyak goreng, ia mengatakan Bulog Raha belum ada penugasan terkait hal tersebut.
“Kami di Bulog Raha, belum ada penugasan terkait kebijakan stabilisasi harga minyak. Yang terjadi di Provinsi itu kerja sama antara Dinas Perindag dan Bulog Provinsi. Tapi sumber komoditi minyaknya bersumber dari distributor. Bukan dari penugasan Pemerintah,” pungkasnya. (**)
Comment