Tahun Ini DPD REI Sultra Optimistis Realisasikan Target Bangun 4 Ribu Rumah

Pelantikan ketua dan pengurus DPD REI Sultra periode 2022-2025 usai Musda IX yang digelar disalah satu hotel di Kendari. (Foto: Andise SL)

KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Meski masih masa pandemi COVID-19 namun usaha tak boleh surut begitu saja. Harus digenjot agar perekonomian bisa terus berjalan bahkan meningkat.

Hal itu disadari betul oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Sulawesi Tenggara, agar pertumbuhan pembangunan perumahan tetap berjalan.

Basran yang baru terpilih dan dilantik menjadi Ketua Umum DPD REI Sultra periode 2022-2025 dalam Musda IX DPD REI Sultra yang digelar disalah satu hotel di Kendari, menjelaskan target awal yang akan dicapai pada tahun 2022 ini.

“Insya Allah tahun ini target DPD REI Sultra itu membangun kurang lebih 4 ribu rumah, kalau tahun lalu kita bisa menutupi 2.800an unit dan banyak teman-teman yang gas full di awal tahun,” ujar Basran, Senin (28/2/2022).

Keyakinan DPD REI Sultra akan target pembangunan rumah hunian kelas menengah tersebut dapat terealisasi dengan baik, karena selain permintaan cukup besar juga didukung kuat oleh Pemda.

“Pertumbuhan ekonomi di Sultra dari tahun ke tahun meningkat karena kita didukung oleh daerah ekonomi khusus dari kawasan Morosi kemudian dari Morowali juga di situ pusat industri paling besar dimana tiap tahunnya ribuan karyawan diterima, otomatis dengan gaji mereka yang tiga kali lipat dari UMR yang mereka terima itu membutuhkan rumah,” timpal Basran.

Di samping itu, REI Sultra di bawah kepemimpinan yang baru, dirinya tak menampik sejumlah penyesuaian aturan yang cukup menghambat seperti perizinan dampak dari aturan pemberlakuan UU Cipta Kerja.

“Utamanya soal izin turunan undang-undang tersebut seperti aturan IMB menjadi PBG, kemudian Amdal Lalin yang kembali diberlakukan, lalu ada izin lingkungan yang diubah lagi namanya ini yang akan kita buat supaya lancar,” katanya.

Hal kedua yang menjadi fokusnya adalah kolaboasi dengan Pemprov Sultra dan menjembatani para anggota REI yang akan membangun hunian disejumlah kawasan besar industri pertambangan.

“Ke depan kita akan bangun komunikasi dengan pihak luar termasuk dengan IMIP dan Jhonlin yang meminta untuk dibuatkan rumah bagi karyawannya, jadi hunian saat ini sangat dibutuhkan bukan hanya untuk masyarakat umum saja, dengan realisasi pembangunan ini tentu berdampak pada PAD,” pungkas Basran.

Sementara itu, Paulus Totok Lusida selaku Ketua Umum DPP REI yang baru saja melantik pengurus baru turut menyinggung soal potensi SDA hingga real estate yang ada di Bumi Anoa.

“Sekarang sumber di dunia itu ada di Sultra, bayangkan 85 persen kebutuhan energi dunia ada di sini, jadi ini perlu diperhatikan benar tata lingkungannya menyesuaikan dengan karakteristik daerah, tingkat kemajuan ini pasti akan terjadi sangat luar biasa,” ujar Paulus.

Pria yang baru saja meraih penghargaan tokoh penggerak bisnis properti nasional itu juga menyambung soal prospek pembangunan hunian di kawasan industri.

“Ekonomi Sultra sangat luat biasa cuman satu, saya juga akan coba bawa ke pusat supaya tenaga kerja di Sultra ini khusunya di pertambangan sekarang atau di hasil bumi tidak dikontrak setahun, itu tidak cocok diterapkan, sedangkan rumah ini adalah kebutuhan primer supaya dapat dikontraknya minimal di atas 3 tahun supaya kesejahteraan itu bisa dinikmati oleh masyarakat lokal,” tuntas Paulus. (**)

Comment