Menjelang Munas HIPMI: Reynaldo Bryan Usung Visi PATEN, Hapus Sekat Pusat-Daerah Dorong Ekonomi

EDISIINDONESIA.id – Suasana dinamika politik organisasi semakin terasa menyelimuti persiapan Musyawarah Nasional (Munas) ke-XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Gema persaingan dan penyatuan visi itu kian nyata dalam agenda silaturahmi bertajuk “Malam Kolaborasi Daerah” yang digelar Calon Ketua Umum (Caketum) BPP HIPMI periode 2026–2029, Reynaldo Bryan, di Plataran Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (15/5/2026) malam.

Mengusung semangat “Kolaborasi Daerah untuk Indonesia”, acara ini berlangsung meriah dan dihadiri sejumlah tokoh penting. Di antaranya para Ketua Umum BPD HIPMI dari berbagai wilayah Indonesia, Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep, Ketua Umum BPP HIPMI Akbar Himawan Buchari, serta sejumlah mantan pemimpin tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut.

Di hadapan para kader yang hadir, Reynaldo memaparkan gagasan besarnya demi kemajuan organisasi dan peran strategis pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi nasional. Ia pun berbagi perjalanan kariernya di HIPMI yang berangkat dari daerah, sebagai bukti bahwa setiap kader punya peluang berkembang.

“Kisah saya dimulai 9 tahun silam di masa kepemimpinan Ketum Bahlil. Saya berproses dari BPD HIPMI Papua Barat, menjabat Bendahara Umum, hingga kemudian dipertemukan dengan Ketum Akbar Himawan Buchari. Hari ini, saya berdiri di sini dengan keberanian mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPP HIPMI,” ungkap Reynaldo, sebagaimana dikutip Sabtu (16/5/2026).

Reynaldo menegaskan, sudah saatnya HIPMI menghapus sekat pemisah antara pusat dan daerah. Menurutnya, organisasi ini harus bergerak selaras menjadi lokomotif utama penggerak pertumbuhan ekonomi negara. Kuncinya, kata dia, terletak pada lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang tumbuh dan berkembang di wilayah.

“Tidak ada rumus keberhasilan ekonomi jika kita gagal mencetak pengusaha muda baru di daerah. Saat ini jumlahnya masih belum memadai. Itulah dasar kami membawa visi P.A.T.E.N, singkatan dari Peningkatan, Atensi, Tumbuh, Eskalasi, dan Normalisasi,” tegasnya.

Lebih jauh, Reynaldo mengingatkan agar pengusaha muda tidak hanya sekadar ada, tetapi harus memiliki nilai dan kapasitas usaha yang kokoh agar dipercaya mengelola sektor-sektor strategis negara. Ia juga berharap ke depan akan muncul lebih banyak pemimpin HIPMI yang berasal dari daerah, agar pemerataan pembangunan ekonomi benar-benar terwujud.

“Pengusaha harus punya nilai kuat dan nyata. Agar dipercaya, usaha yang dibangun pun harus berwujud dan berdampak. Saya berharap ke depan makin banyak tokoh daerah yang memimpin HIPMI, supaya semangat pemerataan ekonomi berjalan nyata,” tambahnya.

Visi yang ditawarkan Reynaldo mendapat apresiasi tinggi. Salah satunya disampaikan Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Tengah, Muhammad Fakhri Fadhlurrahman. Ia menilai gagasan P.A.T.E.N sangat relevan dengan tantangan dan potensi yang ada di daerah-daerah.

“Pak Rey sangat paham, peduli, dan peka terhadap apa yang dialami serta dimiliki pengusaha di wilayah. Visi dan misi yang dibawakan sangat pas dengan kebutuhan HIPMI ke depan. Isu-isu yang diangkat sangat menyentuh kepentingan kami di daerah,” ujar Fakhri mendukung.

Sementara itu, Mantan Ketua Umum BPP HIPMI periode 1992–1995, Adi Putra Darmawan Tahir, mengapresiasi langkah Reynaldo yang berani maju sebagai calon pemimpin. Ia mengingatkan seluruh elemen organisasi untuk tetap menjaga persaudaraan dan persatuan, terlepas dari dinamika yang terjadi menjelang munas.

“Nilai utama di HIPMI adalah persaudaraan. Nanti siapapun yang terpilih, persaudaraan itulah yang harus dijaga dan dibangun terus-menerus. Ujian sejati organisasi ini adalah keberanian untuk maju, dan Caketum Rey sudah membuktikan keberanian itu,” pesan Adi Putra.(edisi/rmol)

Comment