KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Persaingan memperebutkan kursi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) semakin memanas. Hal ini terlihat dari kedatangan dua calon kuat ke Kota Kendari, guna menarik dukungan dari lima pemilih utama tingkat Badan Pengurus Daerah (BPD) di Sulawesi Tenggara.
Kehadiran kedua kandidat di daerah ini semakin menegaskan bahwa persaingan menuju kursi nomor satu di BPP HIPMI berlangsung sangat ketat dan tak ada yang ingin mengalah.
Kedua tokoh tersebut, yaitu Ade Jona Prasetyo dan Afifuddin Suhaeli Kalla, datang secara bersamaan ke kota ini untuk menjadi pembicara dalam Forum Bisnis Daerah yang diselenggarakan oleh BPD HIPMI Sulawesi Tenggara, pada Selasa (13/5/2026).
Di mata pengamat dan pengurus HIPMI setempat, Ade Jona calon nomor urut 2—dinilai memiliki peluang lebih besar meraih dukungan di Sulawesi Tenggara. Hal ini karena rekomendasi resmi dari BPD HIPMI Sulawesi Tenggara sudah jatuh kepadanya. Sementara itu, Afifuddin Suhaeli Kalla dipandang hanya mengandalkan kedekatan ikatan kedaerahan semata.
Ketua Panitia Forum Bisnis Daerah, Ridho Rosadi, mengakui bahwa meski keduanya hadir sebagai pembicara, ada tujuan lain di balik kedatangan mereka.
“Mereka datang menjadi pembicara, tetapi tentu saja juga untuk menarik hati para pemilih di sini,” ujarnya.
Sebagai informasi, Musyawarah Nasional (Munas) BPP HIPMI direncanakan akan digelar pada 10 Juni 2026 mendatang di Lampung. Ada empat nama yang resmi bersaing memperebutkan kursi ketua umum, yaitu Reynaldo Bryan, Ade Jona Prasetyo, Afifuddin Suhaeli Kalla, dan Anthony Leong. (**)
Comment