Koperasi Desa Merah Putih Sultra Capai 75 Unit Selesai, Target Agustus Naik Jadi 768 Unit

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Sulawesi Tenggara terus berjalan dengan kemajuan yang menggembirakan. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulawesi Tenggara, La Ode Muhammad Salihin, menyampaikan bahwa dari total 2.273 rencana koperasi berbadan hukum yang akan dibangun di seluruh wilayah provinsi, sebanyak 75 unit saat ini sudah rampung 100 persen pembangunannya.

“Selain yang sudah tuntas, ada 771 unit lainnya yang masih dalam proses pengerjaan. Kami menargetkan pada bulan Agustus nanti, jumlah koperasi yang selesai dibangun akan meningkat tajam menjadi 768 unit,” ungkap Salihin, Selasa (16/5/2026).

Ia menjelaskan, proyek strategis ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koperasi, Agrinas, dan TNI. Kendati demikian, pihaknya belum mendapatkan rincian lengkap mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan seluruh fasilitas ini. “Yang pasti pembangunannya dikerjakan bersama oleh ketiga pihak tersebut, namun kami belum memegang data rinci soal nilai anggarannya,” tambahnya.

Hingga saat ini, wilayah yang mencatatkan progres pembangunan terbanyak berada di lingkungan Kodim 1417 Kendari. Hal ini dikarenakan cakupan wilayah binaannya cukup luas, mencakup Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, hingga Kota Kendari.

Salihin juga menyoroti kendala yang dihadapi di sejumlah desa dan kelurahan, terutama terkait ketersediaan lahan. Pada tahap pertama pembangunan, prioritas diberikan kepada lokasi yang memiliki lahan dengan luas minimal 1.000 meter persegi. Sementara bagi wilayah yang belum memiliki lahan atau luas lahannya belum memenuhi syarat, pembangunannya dijadwalkan masuk ke dalam tahap kedua yang diperkirakan berlangsung sekitar bulan Oktober mendatang.

“Kunci utamanya adalah lahan yang diajukan harus berstatus clear and clean atau bebas dari sengketa dan permasalahan hukum, agar bisa lolos verifikasi dan dinyatakan layak dibangun oleh Agrinas. Kami tegaskan hal ini agar tidak ada kendala di tengah jalan,” tegas Salihin.

Selain pembangunan fisik, persiapan sumber daya manusia juga sedang digarap. Proses rekrutmen manajer untuk mengelola setiap koperasi sedang berjalan, dan pengumuman hasil seleksi rencananya akan disampaikan dalam waktu dekat. Nantinya, setiap unit koperasi akan dipimpin oleh satu orang manajer yang bertanggung jawab penuh atas operasional harian.

Nantinya, Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya berfungsi sebagai tempat usaha biasa, tetapi menjadi pusat layanan ekonomi lengkap bagi masyarakat. Fasilitas yang akan tersedia meliputi gerai apotek, klinik kesehatan, gudang penyimpanan kebutuhan pokok, layanan simpan pinjam, hingga fasilitas pergudangan. Bahkan, penyaluran bahan kebutuhan bersubsidi juga direncanakan akan dipusatkan di lokasi koperasi ini.

Terkait kelengkapan isi dan peralatan pendukung, Salihin menyampaikan bahwa distribusi material serta sarana prasarana penunjang dijadwalkan akan dimulai pada awal hingga pertengahan Juli 2026. Termasuk pengiriman kendaraan operasional khusus untuk mendukung aktivitas koperasi.

“Kami berharap pada awal atau pertengahan Juli nanti, seluruh perlengkapan dan bahan-bahan yang dibutuhkan sudah bisa didistribusikan ke lokasi, bersamaan dengan pengiriman kendaraan operasionalnya,” pungkasnya.(**)

Comment