Mentan Tinjau Sawah Terdampak dan Korban Banjir di Sultra, Salurkan Bantuan Senilai Rp10 Miliar

KENDARI, EDISIINDONESIA.id— Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, M.Ling., melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah lokasi terdampak banjir pada Selasa (12/5/2026). Kunjungan ini mencakup kawasan persawahan di Desa Amohalo, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, serta kawasan bantaran Kali Wanggu di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Di Desa Amohalo, Menteri Pertanian meninjau langsung kondisi lahan pertanian yang tergenang air akibat banjir. Sementara itu, di kawasan Kali Wanggu, ia menyambangi warga yang menjadi korban bencana sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan guna meringankan beban masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan tunai guna memenuhi kebutuhan mendesak warga di sekitar bantaran Kali Wanggu. Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut juga dialokasikan untuk pembelian mi instan dan kebutuhan dasar lainnya, mengingat ia sendiri pernah merasakan dampak bencana.
“Ada alokasi dana sebesar Rp500 juta sebagai bentuk perhatian kami, mengingat wilayah ini adalah kampung halaman saya,” ujar Amran saat berada di lokasi.
Selain bantuan tunai, pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) juga menyalurkan bantuan pangan berupa 30 ton beras, 1,5 ton minyak goreng, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya bagi warga terdampak.
“Kami hadir ke sini untuk memberikan solusi nyata. Segala persoalan terkait ketersediaan dan penyaluran pangan sudah kami putuskan langkah penanganannya,” tegasnya.
Menteri Pertanian juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan paket bantuan pemulihan bagi sektor pertanian yang terdampak banjir di Sulawesi Tenggara. Bantuan tersebut mencakup penyediaan alat dan mesin pertanian, benih, serta bibit untuk lahan seluas sekitar 2.000 hektare, hingga pengadaan alat pengering gabah (dryer) untuk gudang Perum Bulog.
“Secara keseluruhan, nilai bantuan yang kami salurkan mencapai sekitar Rp10 miliar. Jumlah ini mencakup kebutuhan alat pertanian, benih, bibit untuk 2.000 hektare lahan, serta pengadaan alat pengering gabah tersebut,” jelas Amran.
Lebih lanjut, pemerintah pusat juga berkomitmen untuk menuntaskan akar permasalahan banjir dengan melakukan pembangunan dan perbaikan tanggul di kawasan yang terdampak. Ia menyebut telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Pekerjaan Umum guna mempercepat pelaksanaan pekerjaan tersebut.
“Sumber masalah harus diselesaikan sepenuhnya, salah satunya melalui pembangunan tanggul yang kokoh. Saya sudah berkoordinasi langsung dengan Direktur Jenderal terkait di Kementerian PU. Dana dan peralatan sudah disiapkan, kami menargetkan pekerjaan ini selesai dalam waktu satu hingga paling lama dua minggu,” ujarnya.
Selain upaya penanganan banjir, pemerintah juga akan mendukung program optimalisasi lahan sawah di wilayah terdampak, guna mempercepat pemulihan produksi pertanian pascabanjir.
Turut hadir dalam kegiatan peninjauan ini antara lain Wali Kota Kendari, Plh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Sekretaris Daerah Kota Kendari, Wakapolda Sultra, Kapolres Kendari, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.(**)

Comment