EDISIINDONESIA.id – Psikolog klinis dan forensik Stephen A. Diamond, Ph.D mengatakan kebiasaan menunda pekerjaan atau procrastination dapat muncul ketika seseorang berusaha menghindari tugas yang dianggap membosankan, berat, atau tidak menyenangkan.
Melansir dari laman Psychology Today pada Rabu (26/8) waktu setempat, Diamond menjelaskan bahwa procrastination dapat berkaitan dengan konflik antara sisi diri yang memahami tanggung jawab dan dorongan untuk mencari aktivitas yang lebih menyenangkan.
Menurut Diamond, manusia secara alami cenderung menghindari hal yang tidak menyenangkan dan mencari aktivitas yang memberikan kesenangan. Dorongan tersebut dapat membuat seseorang memilih menonton, bermain, atau melakukan kegiatan lain yang terasa lebih menarik daripada menyelesaikan pekerjaan yang harus dilakukan.
Ia menjelaskan bahwa seseorang perlu mengenali dorongan tersebut dan secara sadar mengambil kendali untuk menentukan apa yang perlu dikerjakan. Kemampuan tersebut membantu seseorang tetap mengerjakan tugas meskipun pekerjaan itu terasa membosankan atau tidak menarik.
Procrastination juga dapat terjadi ketika seseorang merasa kewalahan melihat besarnya pekerjaan yang harus diselesaikan. Ketimbang menghadapi seluruh tugas sekaligus, Diamond menyarankan seseorang berfokus pada langkah yang bisa dilakukan saat ini.
Menurut dia, menyelesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit dapat membantu seseorang menghadapi tugas yang terasa berat. Fokus pada satu langkah juga membuat perhatian tidak tersedot pada seberapa besar atau lamanya pekerjaan tersebut.
Diamond menggunakan kisah Sisyphus dalam mitologi Yunani untuk menggambarkan pekerjaan yang terus berulang dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, manusia perlu menerima bahwa sebagian pekerjaan memang rutin, membosankan, dan tetap harus dilakukan berulang kali.
Ia juga mengaitkan procrastination kronis dengan kisah Hercules yang harus membersihkan kandang Augean. Pekerjaan yang terus diabaikan tidak akan hilang dengan sendirinya dan justru dapat menjadi semakin sulit ketika ditunda terlalu lama.
Untuk mengurangi kebiasaan menunda, Diamond menekankan pentingnya hadir pada tugas yang sedang dihadapi dan secara sadar memilih mengerjakannya daripada terus mencari pengalih perhatian.
Seseorang dapat memulai dengan satu tindakan sederhana, lalu melanjutkan ke langkah berikutnya hingga pekerjaan selesai. Menurut Diamond, kemampuan untuk menghadapi tugas yang tidak menyenangkan secara sadar dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan procrastination dan mendapatkan kepuasan setelah menyelesaikannya. (edisi/antara)
Comment