Jaksa Agung Lantik Enam Pejabat Eselon I: Jangan Pertaruhkan Marwah Institusi demi Kepentingan Pribadi

EDISIINDONESIA.id– Jaksa Agung RI ST Burhanuddin melantik, mengucapkan sumpah jabatan, dan memimpin serah terima tugas enam Pejabat Eselon I di lingkungan Kejaksaan Agung, pada Jumat (24 Juli 2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jaksa Agung menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pejabat yang baru dilantik agar tidak pernah mempertaruhkan kehormatan institusi serta kepercayaan yang telah diberikan masyarakat demi kepentingan pribadi maupun golongan.

Para pejabat yang dilantik adalah:

Prof. Dr. Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung;

Dr. Leonardo Eben Ezer Simanjuntak sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum);

Dr. Kuntadi sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus);

Dr. Harli Siregar sebagai Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI;

Dr. Patris Yusrian Jaya sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset

Dr. Hermon Dekristo sebagai Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Politik, Keamanan, dan Penegakan Hukum.

Dalam amanatnya, ST Burhanuddin menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rotasi atau penyegaran struktur organisasi semata, melainkan momentum penting untuk memperteguh komitmen dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenang institusi secara profesional, transparan, akuntabel, serta penuh rasa tanggung jawab.

Di tengah dinamika yang dihadapi lembaga kejaksaan saat ini, setiap pejabat dituntut untuk menunjukkan kepemimpinan yang tangguh, menjaga keutuhan organisasi, serta senantiasa meningkatkan kepercayaan publik melalui penegakan hukum yang objektif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara.

Selain melantik para pejabat, Jaksa Agung juga memberikan arahan khusus sesuai bidang tugas masing-masing: mulai dari memperkuat fungsi pengawasan internal, memastikan penanganan perkara tindak pidana korupsi berjalan secara profesional dan independen, memodernisasi sistem pendidikan serta pelatihan sumber daya manusia, mengoptimalkan upaya pemulihan aset negara, hingga memperkuat analisis strategis terkait isu politik, keamanan, dan penegakan hukum.

Mengakhiri amanatnya, ST Burhanuddin mengingatkan para pejabat agar tidak menempatkan diri seolah hidup terpisah dari kenyataan. Menurutnya, seorang pemimpin harus mau turun langsung ke lapangan, hadir di tengah jajaran bawahannya, mendengarkan setiap permasalahan yang dihadapi, dan memberikan solusi yang nyata.

“Sumpah jabatan yang baru saja kalian ucapkan tidak hanya harus dipertanggungjawabkan di hadapan hukum dan negara, melainkan juga di hadapan Tuhan Yang Maha Esa. Ingat pesan saya: jangan pernah sekalipun mempertaruhkan kehormatan institusi dan kepercayaan masyarakat hanya demi kepentingan pribadi,” tegas Jaksa Agung.

Proses pelantikan yang berlangsung di Gedung Utama Kejaksaan Agung tersebut turut dihadiri oleh Ketua Komisi Kejaksaan RI, Ketua Tim Tenaga Ahli Jaksa Agung, Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini beserta jajaran pengurus, para Pejabat Eselon II, serta seluruh pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung.(**)

Comment