WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Peristiwa naas harus dialami seorang remaja bernama RA (17) dan ZN (16), warga Desa Mandati, Kecamatan Wangi-wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.
Kedua remaja tersebut harus mendapatkan perawatan medis di RSUD Wakatobi, usai diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum anggota Polres Wakatobi bernama BS dan FH.
Ditemui awak media ini, korbam mengungkapkan, kejadian tersebut bermula saat oknum polisi bernama BS meminta uang hasil penjualan rokok ilegal sebanyak 76 slop.
BS kemudian menyuruh seseorang bernama LY untuk menjemput RA dan ZN dan mengantarkan mereka ke kamar kosan miliknya.
Saat RA tiba di kosan BS, BS langsung menyuruhnya masuk ke dalam kamar. Setelah itu, BS langsung memerintahkan rekannya bernama FH untuk bersama-sama menganiaya remaja tersebut.
Menurut pengakuan korban, tanpa berbasa-basi, kedua oknum polisi aktif di Polres Wakatobi itu langsung melancarkan pukulan ke bagian wajah dan perut berkali-kali menggunakan kepalan tangan.
Keganasan kedua oknum polisi tidak berhenti di situ. Belum puas melancarkan pukulan menggunakan kepalan tangan, mereka juga dengan kejam menempelkan puntung rokok yang masih terbakar ke paha korban hingga korban mengalami luka bakar serius.
Masih merasa belum puas, kedua oknum polisi melanjutkan aksi penganiayaannya dengan menyetrum korban sebanyak dua kali menggunakan kabel colokan listrik yang ada di dalam kamar kos tersebut.
Akibatnya, korban bernama RA mengalami luka memar pada wajah dan kedua matanya, serta luka bakar di kulit bagian paha.
“Saya dipukul menggunakan tangan berkali kali dibagian muka dan perut oleh oknum polisi inisal BS,” ungkap RA, Sabtu (27/6/2026).
RA mengungkapkan, penganiayaan yang dialami terjadi pada Kamis (25/6/2026), dan berlangsung mulai dari pukul 01.00 Wita hingga pukul 08.00 Wita.
“Saya dipukul dari sekitar jam satu sampai jam delapan, baru diantar pulang. Teman saya juga dianiaya mulai sekitar jam tiga,” ungkapnya.
Kondisi ZN juga serupa. Ia yang datang belakangan juga dianiaya hingga mengalami luka memar pada pipi sebelah kiri dan kedua matanya, serta luka bakar pada kulit bagian paha.
“Saya dipukul sama polisi, ini buktinya (menunjuk pipi sebelah kiri yang memar), ini saya dibakar (memperlihatkan kulit bagian paha yang mengalami luka bakar), ada juga di belakang kepalaku, habis dibenturkan di tembok,” ungkap ZN.
Terkait peristiwa tersebut, awak media ini telah berupaya melakukan konfirmasi ke Propam Polres Wakatobi, bahkan sudah mendatangi Polres Wakatobi untuk meminta keterangan. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada pihak Propam Polres Wakatobi yang bersedia memberikan keterangan. (**)
Comment