KOLAKA, EDISIINDONESIA.com – Seleksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Sultra Tahun 2022 untuk cabang olahraga (cabor) Billiard Kabupaten Kolaka diduga tidak transparan dan diniali tidak objektif.
Pasalnya seleksi tersebut tidak melibatkan sebagian pengurus Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) di daerah tersebut dan terkesan tertutup.
Informasi yang berhasil, sejumlah pengurus dan pelatih Billiard justru tidak mengetahui telah diadakannya seleksi atlet untuk persiapan Porprov XIV yang akan dilaksanakan di Kota Baubau pada tahun ini.
Bahkan beredar percakapan dan ajakan dalam Grup Whatsapp POBSI Kolaka jika undangan seleksi tersebut tidak untuk disebar luaskan ke media sosial melainkan hanya disebar kepada teman-teman melalui Whatsapp pribadi secara terbatas.

Hasan Basri alias Abbas yang merupakan salah satu pelatih dan atlet Billiard Kolaka saat mengatakan jika dirinya tidak mengetahui telah diadakan seleksi cabor Billiard tersebut.
“Saya tidak tahu kalau ada seleksi, saya marah karena tidak ada informasi padahal saya sebagai pelatih dan atlet Porda di Butur dan Kolaka pada saat menjadi tuan rumah,” ucap Hasan Basri. Senin (6/6/2022).
Hasan Basri juga merasa heran karena dari informasi yang dia dapatkan yang ikut seleksi hanya beberapa orang saja.
“Cuma dorang-dorang ji yang ikut seleksi bahkan dari informasi yang saya dapat dari salah satu peserta dia membayar Rp50 ribu untuk ikut seleksi,” ungkapnya.
Abbas berharap agar seleksi tersebut bisa transfaran, objektif dan terbuka agar terkesan tidak ada ‘permaianan’ dalam perekrutan atlet cabor Billiard.
“Kalau bisa seleksi ini diulang karena tidak transparan dan terkesan ditutup-tutupi,” pinta Abbas.
Sementara itu salah satu peserta yang diduga mengeluarkan biaya saat mengikuti seleksi, membenarkan jika dirinya membayar sebesar Rp50 ribu.
“Kasikanmi uangmu di situ Rp50 untuk beli rokok anak-anak jadi lunasmi uang pendaftaranmu,” ucapnya sembari menirukan bahasa seseorang saat mengikuti seleksi.
Disisi lain salah satu pengurus POBSI Kolaka, Samsul juga mengungkapkan jika dirinya tidak setuju dengan seleksi yang dilaksanakan pada Bulan Ramadan lalu.
” Saya tidak setuju karena tidak pernah ada rapat pengurus POBSI Kolaka akan diadakan seleksi, tiba-tiba ada seleksi, ada apa ini? atau kami hanya sebagai formalitas saja dalam kepengurusan POBSI Kolaka,” kata Samsul dengan nada kesal.
Hingga berita ini ditayangkan Ketua dan Sekum POBSI Kolaka belum bisa dihubungi terkait seleksi yang baru-baru ini dilaksanakan untuk persiapan Porprov Kota Baubau. (**)
Comment