KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) ikut ambil bagian dalam Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelar serentak secara nasional.
Kegiatan ini menjadi momentum percepatan pembiayaan usaha rakyat sekaligus penguatan ekonomi berbasis UMKM.
Acara nasional tersebut dipusatkan di Surabaya dan dihadiri langsung sejumlah menteri, sementara Pemprov Sultra mengikuti secara virtual dari Aula Bahteramas Kantor Gubernur. Hadir dalam kegiatan itu unsur Forkopimda, OPD terkait, perbankan penyalur KUR, serta para pelaku UMKM penerima pembiayaan.
Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menegaskan bahwa KUR harus berdampak nyata terhadap produktivitas pelaku usaha. Ia mengingatkan agar kredit murah ini tidak disalahgunakan untuk kebutuhan konsumtif.
“KUR ini untuk memperkuat usaha, bukan untuk keperluan konsumsi. Gunakan sebagai modal kerja dan investasi produktif agar benar-benar meningkatkan pendapatan dan membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Ia juga menyebut program KUR sebagai bagian dari strategi penguatan ekonomi daerah yang berbasis kerakyatan. Dengan akses pembiayaan yang makin luas, ia berharap UMKM Sultra bisa meningkatkan kapasitas usaha dan memperbesar pasar.
Data dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan menyebutkan, total penyaluran KUR di Sultra per 18 Oktober 2025 telah mencapai Rp 3,2 triliun untuk 61.522 debitur. Dari jumlah itu, sebanyak 1.800 debitur baru mengikuti akad serentak tahun ini.
Sebagai simbol pencairan, dilakukan penandatanganan akad oleh 27 perwakilan debitur yang berasal dari perbankan BUMN, perbankan swasta, Pegadaian, dan Bank Sultra.
Gubernur memastikan pemerintah daerah akan melakukan pendampingan agar dana KUR tepat guna dan benar-benar mengangkat ekonomi pelaku UMKM. “Kita ingin UMKM Sultra naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi daerah,” tegasnya.(**)
Comment