KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengembangkan inovasi digital bernama LADITA (Layanan Aptika Digital Terpadu), sistem terpadu yang dirancang untuk mempercepat, menertibkan, dan mendokumentasikan seluruh proses layanan bidang Aplikasi Informatika (Aptika).
Inovasi ini merupakan proyek perubahan dalam Diklat Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) oleh Reformer Juniati Asisah dan disosialisasikan dalam kegiatan SIDATA (Sistem Informasi Data dan Layanan Terpadu).
Sekretaris Diskominfo Sultra, Wa Ode Iis Indriyani Salama Guraitman, selaku mentor inovasi, menyebut LADITA sebagai contoh nyata kontribusi ASN dalam mempercepat reformasi birokrasi digital.
“LADITA membuktikan ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tapi juga pencipta solusi. Inovasi ini mempercepat proses kerja dan membuat layanan publik lebih transparan dan terukur,” ujarnya.
Menurutnya, proyek perubahan dalam PKP harus memberi dampak nyata, bukan sekadar memenuhi syarat pelatihan. LADITA, katanya, telah menunjukkan hasil konkret dengan mengubah pola kerja manual menjadi digital.
Juniati Asisah menjelaskan, LADITA memungkinkan setiap permohonan layanan diajukan dan diproses secara elektronik melalui sistem tiket. Semua tahapan, dari pengajuan hingga penyelesaian dapat dimonitor oleh pimpinan secara real-time.
“Semua layanan kini terdokumentasi. Tidak ada lagi berkas tercecer atau permohonan tak terlacak. ASN juga lebih mudah mengukur capaian dan waktu respons,” jelasnya.
Sistem ini dilengkapi Dashboard Administrator, fitur feedback pengguna, serta fungsi pemantauan kinerja bidang. Pemohon dapat memberikan penilaian atas respons dan hasil layanan, yang kemudian menjadi bahan evaluasi kualitas pelayanan.
Dalam sesi praktik langsung, peserta sosialisasi mencoba sistem mulai dari login hingga pemberian umpan balik. Hasilnya, proses layanan dinilai lebih cepat, tertib, dan mudah dievaluasi.
“Dulu pengajuan layanan sering lewat pesan atau surat manual. Sekarang semua sudah terekam dalam sistem LADITA,” ungkap salah satu peserta.
Wa Ode Iis Indriyani menegaskan, Diskominfo Sultra berkomitmen membangun budaya inovasi ASN agar setiap gagasan dalam program PKP dapat diimplementasikan berkelanjutan.
“PKP bukan sekadar pelatihan, tapi ruang pembuktian ASN sebagai agen perubahan. LADITA adalah contoh nyata bagaimana ide baik menjadi sistem kerja digital,” tegasnya.
LADITA menjadi bagian dari strategi menuju “Sultra Digital 2025”, yang menargetkan seluruh layanan publik di daerah terkoneksi dan terdokumentasi dalam sistem digital.
“Inovasi seperti LADITA membawa kita lebih dekat pada tata kelola pemerintahan digital yang cepat, transparan, dan mudah diakses,” tutup Wa Ode Iis.
Dengan hadirnya LADITA, Diskominfo Sultra menunjukkan transformasi budaya kerja dari manual ke digital, dari administratif ke kolaboratif — menjadikan ASN lebih adaptif dan inovatif dalam melayani masyarakat.(**)
Comment