KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Perayaan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tak hanya diisi dengan panggung hiburan dan seremoni resmi. Kali ini, Pemerintah Provinsi Sultra menerapkan strategi baru dengan merayakan momen bersejarah tersebut lewat ruang digital.
Bekerja sama antara Media Center Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, digelar sebuah kuis berhadiah yang terbuka untuk seluruh masyarakat luas.
Program ini bukan sekadar ajang pembagian hadiah. Di balik setiap pertanyaan dan hadiah yang ditawarkan, tersimpan misi besar untuk mendekatkan pemerintah dengan warga melalui cara yang ringan, interaktif, dan edukatif.
Kepala Dinas Kominfo Sultra, Andi Syahrir, mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program ini terbilang sangat tinggi sejak pertama kali diluncurkan.
“Kami melihat masyarakat sangat antusias. Ini bukan sekadar ajang bagi-bagi hadiah, tapi juga cara kami mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dalam suasana HUT Sultra ke-62,” ujarnya, Minggu malam (26/4/2026).
Di era digital saat ini, perhatian publik adalah hal yang sangat kompetitif. Jika informasi disampaikan dengan gaya yang kaku dan konvensional, masyarakat cenderung abai. Namun, jika dikemas dengan cara yang menarik dan menyenangkan, warga akan datang sendiri.
Pertanyaan dalam kuis ini pun disusun tidak sembarangan. Peserta diajak menguji pengetahuan mulai dari sejarah berdirinya Sulawesi Tenggara, data-data pembangunan daerah, hingga potensi lokal yang menjadi kebanggaan “Bumi Anoa”. Artinya, warga diajak bermain sambil belajar.
Kolaborasi dengan BPS juga memberikan warna tersendiri. Lembaga yang identik dengan data dan statistik kini hadir di tengah publik dengan pendekatan yang lebih santai dan akrab. Angka-angka yang biasanya hanya tertera di laporan resmi, kini diajak “berdialog” langsung dengan masyarakat.
Kegiatan ini dikelola langsung oleh tim Media Center Sultra. Masyarakat dapat memantau seluruh informasi, mulai dari syarat lomba, mekanisme penilaian, hingga pengumuman pemenang melalui kanal resmi pemerintah provinsi.
Langkah ini membuktikan bahwa perayaan daerah kini tak lagi harus selalu bertumpu pada panggung fisik semata. Dunia digital telah menjadi arena baru yang efektif untuk membangun kedekatan emosional antara pemerintah dan rakyat.
Jika dikelola secara konsisten, model seperti ini bisa menjadi tradisi baru. Ulang tahun daerah bukan lagi sekadar pesta seremonial, tetapi menjadi momentum yang bermakna untuk mencerdaskan publik.
Sultra sedang mencoba rumus sederhana namun efektif: Hadiah menarik perhatian, pengetahuan meninggalkan jejak.(**)
Comment