KENDARI, EDISIINDONESIA.id– Ribuan warga memadati jalur utama kawasan MTQ Kendari, Jumat (24/4), untuk menyaksikan gelaran Pawai Budaya dan Lulo Massal dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Acara bertema “Produktif untuk Sultra Sejahtera” ini sukses memukau mata dan menyatukan hati masyarakat.
Kirab budaya ini dimulai dari titik start di UPTD Museum dan Taman Budaya Sultra, kemudian bergerak menuju Venue Utama MTQ Kendari. Sepanjang rute, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi menyambut iring-iringan peserta yang menampilkan kekayaan budaya khas daerah masing-masing.
Acara yang mengusung konsep Harmoni Sultra ini turut dihadiri langsung oleh Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, didampingi Ketua DPRD Sultra, unsur Forkopimda, Ketua TP PKK Sultra, para Bupati dan Wali Kota se-Sultra, serta kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov Sultra.
Kehadiran para pejabat daerah disambut hangat oleh masyarakat. Para peserta tampil memukau dengan beragam busana adat nan elok serta pertunjukan seni tradisional yang menjadi kebanggaan setiap kabupaten dan kota.
Pawai budaya ini secara resmi dilepas oleh Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah Provinsi Sultra, Muhammad Fadlansyah.
“Pawai budaya dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara secara resmi saya nyatakan dilepas,” ucapnya.
Sementara itu, Gubernur Andi Sumangerukka bersama jajaran Forkopimda menyaksikan jalannya pawai dari tribun utama. Beliau pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta yang telah berpartisipasi memeriahkan acara.
Ratusan peserta yang ikut ambil bagian dalam pawai ini berasal dari berbagai unsur, mulai dari Paskibraka, Polri, Tamalaki, Bank Indonesia, Putra Putri Pariwisata, PKK, Dekranasda, BKMT, pelaku UMK, hingga DPP Akari Sultra. Tidak ketinggalan aksi gagah marching band dari SMA Negeri 4 Kendari dan SMAN 13 Konawe Selatan yang memeriahkan irama.
Kemeriahan acara ditutup dengan kegiatan Lulo Massal yang melibatkan ribuan orang. Tarian tradisional ini bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan serta melestarikan nilai-nilai kearifan lokal sebagai identitas budaya Sulawesi Tenggara.(**)
Comment