Pemprov Sultra Dorong Penguatan Program Gizi, Tantangan Stunting dan Anemia Masih Tinggi

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menegaskan komitmennya dalam memperkuat program gizi melalui kegiatan sosialisasi dan evaluasi pelaksanaan, pemantauan, serta pengawasan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Sekretaris Satgas Percepatan Pelaksanaan Multisektor Pemberdayaan Gizi (MBG) Provinsi Sultra, Ari Sismanto, mengungkapkan bahwa gizi merupakan faktor kunci dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM). Namun, sejumlah indikator di Sultra masih menjadi pekerjaan besar.

“Angka stunting di Sultra masih 10,5 persen atau lebih dari satu dari sepuluh anak mengalami gangguan pertumbuhan akibat kurang gizi kronis. Sementara, prevalensi anemia pada remaja putri mencapai 16,4 persen. Ini persoalan serius karena berdampak langsung pada kualitas generasi mendatang,” jelasnya.

Selain itu, skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Sultra masih berada pada angka 82,2, jauh di bawah rata-rata nasional 94,1.

Menurut Ari, kondisi ini menggambarkan masyarakat Sultra sudah cukup kenyang, tetapi pola konsumsi pangan belum sesuai prinsip gizi seimbang.

Ari menegaskan bahwa penyelesaian masalah gizi membutuhkan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, dinas kesehatan, dinas pendidikan, hingga komunitas masyarakat.

“Program ini bukan hanya tugas satu instansi, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Kegiatan ini juga dihadiri Direktur SPPG Badan Gizi Nasional Republik Indonesia, Kolonel Artileri Medan Rudi Setiawan, serta Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang hadir mewakili pemerintah daerah.(**)

Comment