BUTUR, EDISIINDONESIA.id- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Buton Utara menggelar rapat koordinasi bersama tim pelaksana Survei Baseline Monitoring dan Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Rapat yang diadakan di Kantor BPS Buton Utara, Jumat (22/8/2025), ini menandai langkah penting dalam mengukur dampak program prioritas pemerintah yang menyasar anak-anak dan ibu hamil di seluruh Indonesia.
Kepala BPS Buton Utara, Suharjufito Endo, menyampaikan bahwa Program MBG adalah strategi nasional untuk memperbaiki gizi masyarakat, meningkatkan prestasi siswa, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menekan angka kemiskinan.
“Program Makan Bergizi Gratis harus kita dukung dengan data yang akurat agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Survei baseline akan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu Juli–Agustus dan November 2025, dengan melibatkan 81.100 rumah tangga di seluruh provinsi. Data yang dikumpulkan mencakup daya beli, ketahanan pangan, pola konsumsi, semangat belajar, serta beban keluarga sebelum dan sesudah menerima manfaat program MBG.
Program MBG sendiri menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2025 melalui pembangunan 31.994 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
BPS menekankan pentingnya dukungan dari pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyebarkan informasi serta memberikan data lapangan terkait pelaksanaan program, termasuk distribusi makanan dan respons masyarakat.
Dengan survei ini, pemerintah berharap pelaksanaan MBG tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat menuju Generasi Emas 2045.
Rapat ini dihadiri oleh Kepala BPS Kabupaten Buton Utara, perwakilan OPD terkait dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kominfo, serta staf BPS Kabupaten Buton Utara.(**)
Comment