EDISIINDONESIA.id – Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,2 juta ton per 7 Juli 2026. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia dan diyakini mampu menjaga stabilitas pasokan serta harga beras di tengah ancaman musim kemarau dan El Nino.
Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy, mengatakan ketersediaan stok beras yang kuat menjadi modal penting bagi pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.
“Indonesia mempunyai CBP di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton. Tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Kita harus tetap waspada menghadapi El Nino. Namun dengan cadangan pangan yang kokoh, produksi terus meningkat, distribusi semakin kuat serta kolaborasi, pemerintah optimis bahwa kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi dan stabilitas pangan nasional akan tetap terjaga dengan baik,” terang Sarwo.
Sarwo menyebut, pemerintah terus mengoptimalkan berbagai program intervensi untuk menjaga stabilitas harga beras. Salah satunya melalui penyaluran CBP yang hingga Januari-Juli 2026 telah mencapai 1,36 juta ton.
Jumlah tersebut terdiri atas penyaluran beras melalui program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 221,05 ribu ton pada Januari-Februari dan 431,6 ribu ton pada Maret-Juli.
Selain itu, program bantuan pangan beras untuk alokasi Februari dan Maret telah disalurkan kepada 33,14 juta keluarga penerima manfaat (KPM) atau setara 662,86 ribu ton beras. Sementara itu, sebanyak 42,43 ribu ton dialokasikan untuk kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) di wilayah tertentu dan 11,37 ribu ton untuk penanganan bencana alam.
Pemerintah juga akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras mulai Juli 2026 selama tiga bulan. Total beras yang akan disalurkan mencapai 997,3 ribu ton sehingga hingga akhir 2026 total bantuan pangan beras diperkirakan mencapai sekitar 1,66 juta ton.
Selain penyaluran CBP, pemerintah terus menggencarkan gerakan pangan murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga pangan di masyarakat.
“Bapanas bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan telah melaksanakan lebih dari 5.573 GPM di 37 provinsi dan lebih dari 378 kabupaten kota. Selain itu, penyaluran beras SPHP terus digencarkan untuk menjaga keterjangkauan harga di tingkat konsumen. Bantuan pangan akan kembali diberikan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia,” tambah Sarwo.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan kondisi harga beras masih relatif terkendali. Jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan indeks perkembangan harga (IPH) beras turun dari 138 wilayah pada akhir Juni menjadi 113 wilayah pada pekan pertama Juli 2026.
“Ini ada dua komoditi yang perlu mendapat perhatian, yaitu beras dan minyak goreng, walaupun perubahan IPH-nya itu sudah relatif terjaga rendah. Beras juga mengalami inflasi tetapi tidak terlalu tinggi,” papar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rapat pengendalian inflasi, di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Analisis Bapanas juga menunjukkan hanya 55 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan IPH beras hingga melampaui harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Selebihnya dinilai masih berada dalam koridor HET.
Dalam berbagai kesempatan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa beras tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi dalam dua tahun terakhir.
“Kita syukuri beras tak lagi menjadi penyumbang utama (inflasi) dua tahun terakhir. Kami meminta kepada seluruh gubernur, bupati, wali kota seluruh Indonesia, kita aktifkan pasar murah. Beras, ayam, telur. BUMN seperti Bulog membantu dan juga ID Food dengan pasar murah supaya menjadi offtaker pangan petani kita,” ujar Amran yang juga bertindak sebagai kepala Bapanas tersebut.
Sejalan dengan berbagai program intervensi tersebut, BPS juga mencatat inflasi pangan terus melandai. Inflasi pangan secara year to date (ytd) Januari-Juni 2026 tercatat sebesar 1,61% turun dibandingkan 2,15% pada periode yang sama tahun lalu.
Sementara inflasi pangan tahunan turun dari 6,24% pada Mei menjadi 5,58% pada Juni 2026, sedangkan inflasi bulanan menurun dari 0,22% menjadi 0,14%.
Cadangan Beras Pemerintah (CBP)Badan Pangan Nasional (Bapanas) Perum BulogStok BerasStabilitas Harga Beras. (edisi/bs)
Comment