BUTUR, EDISIINDONESIA.id – Tim SAR Gabungan menghentikan proses pencarian terhadap warga bernama Kardin asal Desa Banu-Banua Jaya, Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Utara, yang dilaporkan hilang di perairan Ereke pada Minggu (22/3/2026).
Kardin dilaporkan hilang saat berangkat dari Desa Banu-Banua Jaya menuju Desa Tanah Merah menggunakan longboat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengatakan pemberhentian ini dilakukan setelah masa pencarian selama tujuh hari.
“Mengingat Ops SAR telah memasuki hari ke- 7 dan tanda-tanda keberadaan korban tidak diketemukan serta hasil koordinasi dengan pihak terkait termasuk keluarga korban,” kata Amiruddin, Sabtu (28/3/2026).
Lanjut, kata dia, dengan tidak ditemukannya Kardin, proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan dinyatakan ditutup dan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan kesatuan masing-masing.
Ia menambahkan proses pencarian akan kembali dilakukan apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan Kardin.
“Ops SAR dapat dibuka kembali apabila diketemukan tanda-tanda keberadaan korban,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan keterangan istrinya, Sipriana Sari, dalam perjalanan korban sempat berteduh dan beristirahat di sebuah pondok di wilayah Teluk Kulisusu akibat hujan deras disertai angin kencang.
Namun nahas, saat berteduh, longboat milik korban terlepas dari ikatannya dan hanyut terbawa arus. Korban sempat berenang untuk mengejar perahunya, tetapi tidak berhasil dan akhirnya menepi di kawasan bakau.
Tidak lama kemudian, sebuah longboat yang melintas menuju Desa Tanah Merah melintas, dan korban meminta bantuan untuk menumpang hingga ke tujuan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, menjelaskan bahwa sekitar pukul 17.00 WITA, sepupu korban bernama Laroni menghubungi Karianto untuk mengabarkan bahwa Kardin telah tiba dengan selamat di Desa Tanah Merah.
“Saudara Laroni sepupu dari korban menelpon saudara Karianto untuk menyampaikan bahwa korban berada di rumahnya di desa tanah merah. Artinya korban telah tiba ditujuan desa tanah merah,” ungkapnya.
Namun, pada pukul 18.30 WITA, situasi berubah. Istri korban menerima informasi dari Laroni bahwa dalam perjalanan pulang dari Desa Tanah Merah menuju Desa Banu-Banua Jaya, korban tiba-tiba melompat dari longboat di titik koordinat 4°49.298’S – 123°7.682’E.
Upaya pencarian sempat dilakukan oleh warga di sekitar lokasi kejadian, namun hingga saat ini korban belum ditemukan. Pihak terkait kini tengah melakukan koordinasi untuk melanjutkan proses pencarian.(**)
Comment