Bupati Muna Sukses Paparkan Potensi Kelautan dan Tantangannya di UNOC 2025

MUNA, EDISIINDONESIA.id- Bupati Muna, Bachrun, mewakili Indonesia dalam Konferensi Kelautan Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-3 (UNOC) di Nice, Prancis (9-13 Juni 2025). Sebagai champion coastal 500, ia memaparkan potensi dan tantangan kelautan Kabupaten Muna dalam presentasi berjudul “Suara Bersatu untuk Lautan: Konservasi Berbasis Komunitas di Muna, Sulawesi Tenggara.”

Kabupaten Muna memiliki potensi kelautan yang luar biasa: garis pantai sepanjang 337 kilometer, populasi pesisir lebih dari 100.000 jiwa, 8.000 hektare mangrove, 3.000 hektare terumbu karang, 2.000 hektare padang lamun, dan kawasan konservasi laut seluas lebih dari 76.000 hektare.

Namun, potensi ini terancam oleh degradasi ekosistem pesisir yang signifikan, termasuk penangkapan ikan yang merusak dan berlebih.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP No. 19/2022) menunjukkan stok ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia (WPPNRI) 714 dan 715 (yang meliputi perairan Sulawesi Tenggara) telah mengalami penangkapan berlebih.

Nelayan lokal merasakan dampaknya berupa penurunan hasil tangkapan dan peningkatan biaya operasional.

Bupati Bachrun menekankan pentingnya peran masyarakat lokal dalam upaya konservasi.

Ia menyoroti berbagai tantangan, termasuk praktik penangkapan ikan ilegal, minimnya kesadaran masyarakat, keterbatasan akses informasi dan dana, serta konflik antara nelayan kecil dan kapal komersial.

Meskipun demikian, ia optimistis dan mendorong inovasi kebijakan serta visi bersama untuk konservasi laut di tingkat kabupaten.

Presentasinya di UNOC 2025 menunjukkan komitmen Kabupaten Muna dalam melindungi dan memulihkan ekosistem pesisir untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.(**)

Comment