Setelah Karam, KSOP Kendari Hentikan Semntara Pelayaran KM Mekar Teratai

KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kapal Motor (KM) Mekar Teratai mengalami insiden kandas di perairan Wawonii, sekitar Pulau Cempedak, pada sore hari sekitar pukul 16:00 WITA Rabu 18 September 2024.

Kepala KSOP Kelas II Kendari, Capt. Raman MM menjelaskan bahwa otoritas pelabuhan langsung bertindak cepat setelah menerima laporan terkait insiden ini.

“Begitu mendapatkan informasi, saya langsung memerintahkan tim untuk menyiapkan Kapal Negara Patroli (KNP) 370. Bersama kapal Basarnas dan KM Pacitan, kami berhasil mengevakuasi penumpang ke Pelabuhan Bungku Toko Kendari,” ungkapnya.

Raman menekankan bahwa sebelum kapal diizinkan berlayar kembali, harus dipastikan keselamatan dan keamanannya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait. Kapal tidak akan kami izinkan berlayar sampai benar-benar dipastikan aman,” tegasnya.

Pihak KSOP juga berkomitmen untuk mempercepat proses ini demi menjawab kebutuhan masyarakat yang sangat mengandalkan transportasi laut di wilayah tersebut.

Disisi lain, menurut Kepala Cabang PT Uki Raya Lines, Hardianto penyebab kapal karam diduga karena silau matahari yang mengganggu pandangan nahkoda.

“Menurut keterangan dari nahkoda, kapal karam sekitar pukul 16:00 WITA di sekitar Pelabuhan Cempedak karena silau matahari. Nahkoda segera menghubungi tim Basarnas dan KPLP untuk melakukan evakuasi,” ujar Hardianto.

Upaya evakuasi segera dilakukan, dengan PT Uki Raya Lines mengirimkan KM Uki Raya 23 untuk membantu proses penyelamatan.

“Pukul 23:00 WITA, penumpang berhasil dievakuasi oleh KM Pacitan, dan sekitar pukul 01:30 WITA, KM Mekar Teratai akhirnya bisa keluar sendiri dari posisi karamnya,” katanya.

Jumlah penumpang yang berada di atas KM Mekar Teratai sesuai manifestasi tercatat sebanyak 85 orang, terdiri dari 53 penumpang yang berangkat dari Wanci dan 32 penumpang dari Waode Buri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Saat ini, KM Mekar Teratai telah dipindahkan ke pangkalan perahu untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

“Alhamdulillah, kapal sudah berada di pangkalan. Armada kami sedang melakukan pengecekan pada lambung kapal, dan sejauh ini tidak ditemukan kebocoran,” tutupnya. (**)

Comment