KENDARI, EDISIINDONESIA.com – Pasca bebasnya mantan Wali Kota Kendari, Asrun bersama anaknya, Adriatma Dwi Putra (ADP) membuat konstalasi politik di Kota kendari kian berubah utamanya jelang Pilkada yang akan dilangsungkan pada 2024 mendatang.
Bagaimana tidak, mantan Wali Kota dua priode ini dinilai masih memiliki pendukung militan, hal ini mendorong langkah, Siska Karina Imran (SKI) yang juga istri ADP akan diuntungkan.
Hal ini dikatakan Pengamat Politik Universitas Halu Oleo (UHO), M. Najib Husain.
“Asrun dan ADP itu punya pendukung kuat, loyal dan militan, sehingga dengan ke hadiran Asrun dan ADP itu bisa membuat Siska maju ke Pilwali ke depan semakin kuat,” kata Najib, Senin (1/3/2022).
Namun begitu, Najib menyarankan, meski kekuatan besar yang dimiliki Asrun dan ADP, namun SKI juga harus keluar dari bayang-bayang Asrun dan ADP sehingga memiliki kekuatan sendiri agar bisa percaya diri bertarung di Pilwali Kota Kendari 2024 mendatang,
“Hasil Survei kami di bulan Mei 2021, Siska berada di Urutan ke 5, itu kita lakukan saat ibu Agista masih hidup, dan saya pikir akan ada perubahan elektabilitas dari pada calon kalau kita mengukur elektabilitas hari ini,” katanya.
Selain itu, Najib menyebut salah satu poin penting terhadap SKI adalah dia mampu menjaga keharmonisan bersama Wali Kota Kendari, Sulkarnain selama menjabat Wakil Wali Kota.
“Itu adalah pon-poin menambah kekuatan Siska untuk bertarung di Pemilihan Wali Kota berma pemain-pemain lama, seperti Zulkarnain maupun beberapa calon lainnya,” katanya.
Selain itu, Najib Juga menuturkan dengan keluarnya Asrun dan ADP membuat partai NasDem lebih jeli dalam mengusung calon di Pilwali nantinya, sebab diketahui, figur besar lain di tubuh partai tersebut yakni Abdul Rasak telah lama mendeklarasikan diri untuk maju ke kontesatasi 5 tahunan itu
“Kalau Rasak tidak jeli melihat dan lengah, bisa jadi saya mengatakan sejak awal, Rasak akan seperti kasus lima tahun lalu dimana PAN juga meninggalkan Rasak dan ini bisa saja terjadi di 2024 nanti, Rasak kembali ditinggalkan oleh NasDem,” tandas Najib.
Menututnya, jika Abdul Rasak tetap ingin maju bertarung di Pilwali 2024, maka disarankan untuk mencari gerbong lain yang dapat mengusungnya.
“Saya pikir sebaiknya Rasak mencari pelampung lain, karena kita liat pengalaman kemarin pertarungan antara Rasak dan ADP terbukti Rasak tidak mampu melawan ADP, nah sekarang pertarungan lagi akan kembali terjadi di NasDem kalau Rasak tidak berpikir dua kali mencari alternatif partai lain bukan tidak mungkin akan terulang lima tahun lalu,” katanya
Najib menambahkan, kesulitan yang akan dihadapi jika terjadi koalisi antara Siska dan Rasak adalah, Rasak sejak awal sudah berani menentukan sikap untuk memilih Andi Sulolipu sebagai pasangannya di Pilwali.
“Rasak saya pikir terlalu cepat menentukan pasangannya, karena kita tau dinamika politik akan berubah-ubah setiap saat, dan semua kemungkinan bisa saja terjadi apa lgi kalau pak Zulkarnain selesai masa jabatannya tentu ini akan merubah konstalasi politik,” tutupnya. (**)
Comment