EDISIINDONESIA.id – Sebanyak 1.098 ekor sapi yang akan dibagikan Presiden Prabowo Subianto pada Idul Adha 2026 dibeli menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal ini memicu reaksi dari penulis kondang Indonesia, Tere Liye. Lewat akun Facebook pribadinya, ia menyindir inkonsistensi dalam penyebutan sumber dana bantuan negara.
“Capek deh. Giliran bantuan, kurban, kalian sebut Prabowo. Giliran utang, kalian sebut utang negara. Ndasmu itu bukan main,” tulis penulis novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar tersebut, dikutip Selasa (26/5/2026).
Cuitan Tere Liye yang juga dikenal sebagai akuntan publik itu langsung menuai respons beragam dari warganet.
“Lha… yang kurban itu siapa? Berarti kalau pakai APBN, yang kurban adalah seluruh rakyat Indonesia,” tulis seorang warganet di kolom komentar.
“Mestinya sapi APBN, bukan sapi Prabowo 🫣,” timpal warganet lainnya.
Dana Berasal dari Anggaran Bantuan Presiden
Sebelumnya, Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro memastikan dana pengadaan sapi kurban berasal dari APBN melalui anggaran Bantuan Presiden dan Bantuan Kemasyarakatan Presiden.
“Jadi sumber anggarannya dari APBN ya melalui anggaran Bantuan Presiden, Bantuan Kemasyarakatan Presiden,” kata Juri di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5/2026).
Juri menjelaskan, 1.098 ekor sapi tersebut berasal dari peternak lokal dan akan dibagikan ke seluruh kota dan kabupaten di Indonesia. Total anggaran yang dikucurkan mencapai sekitar Rp100 miliar.
“Harga sapi tentu bervariasi karena bobotnya beda-beda dan lokasinya juga memengaruhi harga. Kita menyesuaikan harga sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran yang dikeluarkan sebanyak 100-an miliar,” ujarnya.
Sapi Premium untuk Dibagikan
Sapi yang dibeli termasuk kategori premium dengan bobot di atas 800 kilogram. Jenisnya beragam, mulai dari Simental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, sapi Bali, FH, Belgian Blue, hingga Carolaise.
“Ini sapi-sapi yang bukan saja bobotnya memang berat, tapi juga sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan. Jadi sapi-sapi sehat dan memenuhi syariat Islam untuk kurban,” ucap Juri.
Dari total 1.098 ekor, sebanyak 598 ekor akan disalurkan ke pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota. Sementara 500 ekor lainnya diserahkan ke lembaga sosial, keagamaan, dan pondok pesantren.
“Jadi untuk daerah 598, untuk lembaga-lembaga sosial, lembaga keagamaan, pondok pesantren, tokoh-tokoh sebanyak 500 sapi,” rincinya. (edisi/fajar)
Comment