MUNA, EDISIINDONESIA.id – Selama kurang lebih tiga tahun mendampingi Bupati Muna LM. Rusman Emba, Wakil Bupati Muna Bachrun Labuta katakan mengerti apa yang diperlukan oleh Kabupaten Muna.
“Bahwa kemajuan Muna ini adalah kemajuan seluruh masyarakat Muna. Bukan Bupati, Kepala Dinas, pengusaha atau pengurus partai,” ujarnya.
Kendati begitu, Bachrun yang baru sekitar empat bulan menjabat sebagai Pelaksana Bupati Muna tersebut sadar bahwa program unggulan jagung yang dicanangkan tidak sedikit mendapat cibiran.
Padahal, menurutnya jagung ini punya potensi ekonomi yang baik apabila dikerjakan secara sungguh-sungguh.
“Muna kedepan jika Allah SWT meridhoi saya menjadi Bupati, InsyaAllah kita akan jadikan jagung ini menjadi komoditas industri seperti daerah-daerah lain,” tuturnya.
“Dia (jagung) hanya semacam lokomotif saja. Karena ada komoditas-komoditas lain yang juga mendukung. Dilaut misalnya ada sektor perikanan, sementara didarat salah satunya sektor peternakan,” lanjut Plt Bupati Muna.
Ia mengungkapkan, setiap tahun uang Kabupaten Muna dibuang keluar daerah sebesar kurang lebih Rp 100 Miliar, untuk membeli telur ayam dan ayam ras pedaging.
“Kenapa demikian, karena kita tidak mau menyediakan makanannya itu. Padahal makanannya ini jagung. Artinya, kalau program kita jalan, Insya Allah bisa meningkatkan perekonomian,” pungkasnya. (**)
Comment