KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Computer Assisted Test (CAT) terhadap 3.551 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Tes SKD CAT CPNS berlangsung mulai dari 9-12 November 2023, di Pelataran Poltekkes Kemenkes Kendari.
Asisten Pembinaan Kejati Sultra, sekaligus penanggung jawab pelaksanaan SKD CAT CASN, Gede Edy Bujanayasa mengatakan jumlah formasi CPNS atau ASN yang akan dilakukan CAT periode ini berjumlah 4.169 peserta.
Dimana, untuk di Sultra sendiri terdiri dari dua titik lokasi yaitu di Kota Kendari dan Kota Baubau.
“Di Kendari kita akan menyelenggarakan untuk penerimaan sebanyak 3.551 calon ASN yang akan kita lakukan CAT ditempat ini,” katanya saat ditemui di lokasi tes.
Untuk Kota Baubau, Gede bilang jumlah CPNS yang akan melaksanakan CAT sebanyak 618 peserta.
“Besar harapan kami dimomen ini, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan sebaik- baiknya dan mudah-mudahan dari anak-anak muda Sultra bisa bergabung di institusi kami,” ujarnya.
Gede mengimbau kepada peserta agar melaksanakan tes dengan jujur dan mengikuti peraturan yang ada.
Para peserta ini dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh petugas sebelum memasuki ruang CAT. Peserta hanya diperbolehkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Ujian.
“Karena ini adalah kami bukan mencari orang yang sangat pintar, tetapi orang-orang yang berakhlak dan jujur dalam melaksanakan tes. Sehingga nanti bisa kita dapatkan generasi muda yang bisa melanjutkan tugas-tugas didepan mereka,” ungkapnya.
Lanjut, ia menyampaikan di hari pertama pelaksanaan tes ini pihaknya sempat mendapatkan kendala seperti halnya cuaca panas, dan pasokan listrik yang sempat terganggu. Namun, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak PLN.
“Mudah-mudahan dengan koordinasi dengan PLN ini bisa kita atasi, dan sukses dalam pelaksanaannya,” harapnya.
Sementara itu, salah satu peserta SKD CAT, Saljun Teguarto mengatakan persiapan mengikuti tes hari ini dirinya membutuhkan waktu selama sebulan. Mulai dari mengikuti tri out, dibarengi dengan doa serta restu dari orang tua.
Alumni Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo (UHO) ini juga menyampaikan pelaksanaan tes hari ini sedikit terhambat akibat listrik padam sehingga sinyal pun ikut terganggu.
Sehingga waktu tes pun ikut berubah. Seharusnya untuk sesi ketiga dilaksanakan pada pukul 13.00 WITA menjadi 14.00 WITA.
“Saya rasa memang mempengaruhi waktu tes. Seharusnya untuk sesi ketiga pukul 13.00 WITA, tertunda menjadi pukul 14.00 WITA,” kata pria asal Muna ini. (**)
Comment