MUNA, EDISIINDONESIA.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Muna terus berkomitmen mencetak generasi milenial yang produktif dimasa yang akan datang.
Selain pada bidang akademik, sekolah yang terletak dijalan by pass Raha itu juga mengembangkan dan mensupport program produk kreatif dan kewirausahaan pada anak didiknya.
Menggandeng Rumah BUMN Muna, SMKN 3 Muna menggelar pelatihan bisnis talk show bertajuk “Mewujudkan Jiwa Wirausaha Pada Milenial”, Jumat (25/8/2023).
Kepala SMKN 3 Muna, Hasan Ara mengatakan kegiatan bisnis talk show tersebut merupakan bagian dari ikhtiar sekolah untuk menggali, menumbuhkan dan mewujudkan jiwa berbisnis serta berwirausaha bagi pelajar SMKN 3 Muna sebagai bekal untuk masa depan yang lebih baik.
“Jadi untuk mencetak serta mewujudkan generasi muda, agar mahir dan terampil didalam berbisnis serta berwirausaha, perlunya diback up dengan kolaborasi bersama stake holders terkait, salah satunya Rumah BUMN Muna,” terangnya.
Bermitra dengan Rumah BUMN Muna, lanjut Hasan, selain ditransfer keilmuan dan kiat-kiat berkaitan dengan wirausaha pada siswa-siswinya, Rumah BUMN juga akan memfasilitasi prodak-prodak SMKN 3 Muna dipasarkan melalui market place PLN.
“Termasuk project brand bagi setiap prodak yang telah dihasilkan. Brand setiap prodak harus menarik, menampilkan ciri kearifan lokal daerah juga ada ide yang kami tawarkan kepada anak-anak didik ini, misalnya prodak kuliner, bagaimana mereka meramu kuliner tersebut dengan bahan-bahan dasar lokal kita, sehingga ada identitas yang menjadi ciri khas yang tidak dimiliki oleh prodak lain,” jelasnya.
Kepsek menambahkan, saat ini ada sepuluh kelompok siswa yang telah mengembangkan produk kreatif dan kewirausahaan, dimana prodak-prodak dari berbagai jurusan di SMKN 3 Muna tersebut sudah dipasarkan diluar lingkungan sekolah.
“Pasaran prodak-prodak mereka sosialisasikan lewat media sosial. Sehingga bisa dengan cepat diakses oleh masyarakat. Jadi wirausaha itu memang harus kreatif dan inovatif, apa prodak yang dipasarkan, bagaimana kemasannya, rasanya serta insting marketing mesti dikembangkan juga,” ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan, kesepuluh kelompok siswa masing-masing produk yang dibuat yaitu Bakpia Unyil, Keripiki Singkong Pedas Manis, Daster BoboChan, ToteBag, Glow Scrub, Glow Mask, Keripik Pisang dan Rempeyek Gamon, Es Kul-Kul Fashion Food, RPL Frozenfood serta Kantung Kemasan Modern.
“Dalam membuat produk itu turut didampingi oleh masing-masing guru,” ucap Hasan.
Dia menandaskan, para kelompok wirausaha diberi bantuan modal bergulir pengembangan produk kreatif dan kewirausahaan sebesar Rp 30 juta.
“Dana tersebut berasal dari Kementerian bidang SMK yang sebelumnya melalui usulan sekolah. Nantinya dalam perjalanannya kami akan melakukan evaluasi untuk mengetahui seperti apa perkembangan usaha para siswa ini dan omzetnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Koordinator Rumah BUMN Muna Sitti Muzdalifah menyampaikan kepada para siswa bagaimana cara menumbuh dan mengembangkan jiwa wirausaha pada milenial.
Ada tujuh point yang disampaikan oleh wanita berhijab itu yakni start dengan niat dan keyakinan, cepat dan tanggap dalam mengidentifikasi peluang, belajar dari kisah sukses orang lain, modal, optimis dalam berwirausaha, punya skill menjual serta realisasikan sekarang juga.
“Jangan takut untuk memulai. Jangan berpikir tidak punya uang maka tidak bisa berwirausaha. Itu keliru. Uang bukan faktor utama, tapi value yaitu nilai pada diri sendiri dan kepercayaan diri bagaimana kita bisa hasilkan uang,” katanya.
Dia bilang, pemerintah sudah siapkan modal berwirausaha, tinggal kemauan dalam diri sendiri apakah mau berwirausaha atau tidak.
“Modal bukan halangan jika kita betul-betul berniat untuk berwirausaha. Tugas kami di Rumah BUMN tinggal mencari potensi dan bibit-bibit jiwa usaha, nanti kami bantu dan fasilitasi. Point nya mau dan mulai dulu berwirausaha.” timpalnya. (**)
Comment