Program TNI AD Manunggal Air Bersih di Pulau Buru Sasar Masyarakat Adat

MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Komando Distrik Militer (Kodim) 1506/Namlea melaksanakan Program Tentara Nasional Indonesia (TNI) AD Manunggal Air yang menyasar desa-desa adat yang ada di Pulau Buru, khususnya di Kabupaten Buru, Maluku.

Program TNI-AD Manunggal Air merupakan wujud nyata kehadiran TNI-AD di tengah masyarakat sebagai solusi untuk sulitnya memenuhi kebutuhan air yang bersih.

Sebab, TNI AD Manunggal Air merupakan program penyediaan air bersih, agar dapat membantu kebutuhan masyarakat akan air bersih.

Perwira Seksi Operasi (Pasi Ops) Kodim 1506/Namlea, Kapten Inf Patty Wael menjelaskan program TNI-AD Manunggal Air lebih difokuskan untuk masyarakat adat yang kesulitan mendapatkan air bersih.

“Program TNI- AD untuk membantu masyarakat adat, agar mendapatkan air bersih, karena masyarakat adat kesulitan dapatkan air bersih,” kata dia, Sabtu (19/8/2023).

Kapten Inf Patti Wael menjelaskan Dandim Kodim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Nur Fujianto, memerintahkan Pasi Ops Kodim,untuk memonitor seluruh pengeboran di wilayah Kodim 1506/Namlea dan laporkan perkembangan pembuatan air bersih tersebut.

“Untuk kegiatan ini pak Dandim yang memerintahkan saya untuk monitor kegiatan TNI-AD Manunggal Air Bersih,” ungkapnya.

Mantan Danramil 1506-04 Waeapo ini menjelaskan program TNI AD untuk membantu masyarakat adat mendapatkan air bersih di lima titik yang telah dilakukan survei oleh tim Pal Kostrad TNI AD di Pulau Buru.

“Dari hasil survei Pal Kostrad yang menentukan 5 titik yakni di Desa Kaiely, Desa Kubalahin, Desa Wabsalit, Desa Dava dan Desa Persiapan Wamsait,” ujarnya.

Kapten Inf Patty Wael menegaskan saat ini ditempat yang ke 3 yaitu Desa Wabsalit tim Pal Kostrad berada di Koramil Waeapo dan yang di Kubalahin Babinsa Serda Rudiansyah Koramil 1506-04 Waeapo.

Lebih lanjutnya, kelima titik akan dikerjakan oleh program TNI AD Manunggal Air dalam membantu menggunakan air bersih untuk masyarakat adat yang ada di Pulau Buru.

“Untuk Desa Kubalahin ini adalah desa yang ditempati bapak Hinolong Baman tokoh dataran rendah, sedangkan Desa Kaiely terdapat rumah Imam Adat dan rumah Raja Petuanan Kaiely,” ungkapnya.

Kemudian, kata dia untuk Desa Wabsalit, terdapat rumah Ali Wael (Kacodin) tokoh adat dataran tinggi Soar Pito Soar Pa. Kemudian, Desa Dava adalah desa adat yang dekat dengan tambang emas Gunung Botak dan Desa persiapan Wamsait, adalah masyarakat campuran antara adat dan transmigrasi yang hubungan sangat dekat dengan gunung botak.

Ia menambahkan, kelima titik ini sangat sulit mendapatkan air bersih untuk dikonsumsi oleh masyarakat adat yang ada di Kabupaten Buru.

“Diharapkan dengan adanya program TNI AD Manunggal Air ini dapat membantu kebutuhan air bersih masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terutama masyarakat adat di Pulau Buru,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dandim 1506/Namlea, Letkol Arh Agus Nur Pujianto mengatakan Kodim 1506/Namlea melaksanakan TNI Manunggal Air di Desa Kaiely, sejak 9 Agustus 2023 Babinsa Desa Kaiely Serda Hendrik Busou Koramil 1506-04/Waeapo bersama Tim Pal Kostrad dan masyarakat melaksanakan pengeboran air bersih di Desa Kaiely.

“Pada 13 Agustus 2023 di kedalaman 24 meter tim pengeboran sudah mendapatkan hasilnya,” ucap Agus Nur Pujianto, Jumat (18/8/2023).

Lebih lanjutnya, tim kemudian menggunakan mesin sanyo untuk menguras air yang keluar dari dalam lubang sumur bor, karena air masih bercampur pasir halus (berlumpur).

“Hasilnya mulai dapat dirasakan masyarakat hari ini, air bersih sudah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih masyarakat Desa Kaiely,” ungkapnya.

Ia menambahkan program ini dilaksanakan di empat desa yaitu Desa Kaiely, Desa Kubalahin dan Desa Wapsalit, Kecamatan Lolong Guba dan Desa Dava, Kecamatan Waelata.

“Yang sudah berjalan saat ini Desa Kaiely dan Desa Kubalahin dalam proses. Yang belum Dava dan Wapsalit karena metodenya bedah, tidak bor. Tapi pakai pipanisasi, alirkan air dari gunung,” pungkasnya. (**)

Comment