MAKASSAR,EDISIINDONESIA.id — Pasukan Ramang dituntut agar lebih agresif. Pelatih Bernardo Tavares harus mampu memaksimalkan potensi seluruh skuadnya.
Pada sesi latihan di Stadion Kalegowa, kemarin, seluruh pemain hadir dan para pemain di anjurkan bermain lebih agresif lagi untuk mengembalikan kepercayaan diri pemain setelah hasil sebelumnya mendapat kekalahan.
Pengamat sepak bola, Basri Baddu mengatakan, perubahan taktik harus cepat dilakukan PSM saat ini dan juga tim analisis harus menganalisa dengan baik setiap tim dan individu lawan-lawan dari PSM.
“Harus ada perubahan secara taktikal, karena analisa di Liga 1 itu lebih lengkap, bisa menganalisa apa kekurangan PSM, kelebihannya apa,” katanya.
Menurutnya, di tiap lini juga harus dibenahi, entah mempercepat adaptasi pemain baru atau mungkin lainnya, ataupun jika bisa Pasukan Ramang menyiapkan banyak strategi sebelum bertanding.
“Kalau dibilang dibenahi pasti ada, mungkin perubahan taktikal, mungkin kita sebagai pengamat harus ada taktik lain tapi kembali lagi yang menentukan berjalannya taktik itu adalah pemain, walaupun formasi apa kalau pemain tidak mengerti sama saja,” ungkapnya.
Namun, meski begitu, dirinya yakin PSM masih bisa kembali dengan performa terbaiknya di musim ini, sebab hal ini masih sangat awal.
“Tapi inikan masih awal, masih banyak, dan saya yakin nanti PSM bisa bangkit lagi,” jelasnya.
Pengamat Sepak bola, Tony Ho mengatakan, pola permainan PSM seperti sudah terbaca oleh lawan-lawannya dan terbukti beberapa serangan dari mereka sangat mudah di intersave oleh lawan.
“Dengan mematikan Pluim dan wingernya di sisi kiri dan kanan, PSM mudah dipatahkan,” katanya.
Namun meski begitu, kata Tony, Bernardo Tavares tampaknya telah menyadari hal tersebut dan kemungkinan mereka telah menyiapkan beberapa strategi khusus untuk musim ini.
“Pasti pelatih sudah sadari ini dan masih ada waktu untuk mengubahnya, semoga PSM lebih baik,” tutupnya. (**)
Comment