Pantasan Lihai, Pelaku Pengganti Kode QRIS Kotak Amal Pernah Kerja di Bank BUMN

EDISIINDONESIA.id – Latar belakang Imam Mahlil, pelaku yang ketahuan mengganti kode QRIS kotak amal 38 masjid akhirnya perlahan-lahan mulai terungkap.

Pemeriksaan polisi terhadap Imam Mahlil mengungkapkan, jika sebenarnya Imam Mahlil memang merupakan mantan pegawai bank BUMN.

Sebelum menjadi maling di 38 masjid dengan menempel kode QRIS palsu, Imam Mahlil ternyata pernah bekerja di salah satu bank BUMN. Hanya saja pihak kepolisian tidak mengungkap identitas bank BUMN yang pernah ditempati Imam Mahlil bekerja.

Jajaran Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Sat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan telah menangkap pria bernama lengkap Mohammad Imam Mahlil Lubis itu di daerah Kebayoran Lama pada Selasa (11/4/2023) lalu. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Imam Mahlil langsung ditahan.

Imam Mahlil menjadi maling di 26 masjid dan 12 titik lain dengan modus mengganti kode QRIS asli pada kotak amal masjid. Dengan kode QRIS, jemaah yang ingin menyalurkan infak melalui masjid, cukup memindai atau scan kode QRIS pada kotak amal.

Namun, Imam Mahlil mengganti kode QRIS tersebut, sehingga dana infak jemaah justru tertransfer ke rekening lain. Penipuan yang dilakukan Imam Mahlil terungkap saat aksinya tertangkap kamera pengintai atau CCTV.

Imam Mahlil ternyata telah beraksi di 38 titik masjid mulai kawasan Thamrin Residence hingga SPBU Pejompongan. Dia juga pelaku sama yang mengganti kode QRIS di Masjid Nurul Imam Blok M.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan, tersangka Imam Mahlil mengaku telah menyiapkan QRIS palsu sejak 23 Maret 2023. Dia kemudian menjalankan aksi menempel kode QRIS palsu di masjid hingga SPBU sejak 1 April 2023. (Edisiindonesia/Fajar)

Comment