MALUKU, EDISIINDONESIA.id – Alat berat jenis excavator diduga milik Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) leluasa melakukan aktivitas di Kawasan tambang emas ilegal Gunung Botak Kabupaten Buru.
Operasi alat berat tersebut tepatnya di, Sungai Anahoni, Desa Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru, Maluku.
Aktivitas alat berat tersebut diduga untuk pembuatan bak rendaman, di areal Sungai Anahoni, pada Rabu (22/2/2023).
Namun, nyatanya masih ada para oknum diduga kuat sebagai mafia tambang, yang sengaja melaksanakan aktivitas di lokasi pertambangan ilegal.
Aneh, hingga saat ini alat berat tersebut masih terus beroperasi, namun tidak diamankan oleh aparat, sehingga terkesan ada pembiaran.
Sementara bak rendaman yang dibuat, bertujuan menampung pasir yang terkandung butiran emas untuk diolah mengunakan Bahan, Beracun, Berbahaya (B3).
Dalam aktivitas alat berat melakukan pengalihan di lokasi tersebut, ada sekitar kurang lebih empat orang pekerja yang mengunakan jaket rompi bertuliskan APRI.

APRI ini juga pernah melakukan pembuatan bak rendaman beberapa tahun yang lalu dengan alasan uji coba perendaman mengunakan obat rama lingkungan WS.
Tetapi percobaan itu pernah dihentikan oleh Polres Pulau Buru. Bahkan, bukan saja bak rendaman yang dibuat, tetapi ada tong juga dibuat dengan menamakan APRI yang berlokasi, di jalur A Desa Persiapan Wansait, Kecamatan Waelata.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Buru Taufik Fanolong meminta pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Pulau Buru harus melihat persoalan ini.
“Karena APRI diduga tidak punya legalitas hukum terkait pengoperasian di tambang ilegal, sehingga harus ada tindakan hukum yang diambil oleh Polres Buru,” kata Taufik.
Taufik menegaskan, apabila aktivitas APRI tidak segera dihentikan dalam waktu dekat, maka dia dan kawan-kawan GMNI akan turun ke jalan untuk melakukan aksi demonstrasi besar-besaran.
“Dalam waktu dekat kalau pihak Polres tidak menghentikan aktivitas APRI di Kali Anahoni, maka kita akan geruduk Polres Buru,” tandasnya. (**)
Comment