Kejari Wakatobi Diminta Usut Laporan Dugaan Pungli Kepala Sahbandar

WAKATOBI, EDISIINDONESIA.id – Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Wakatobi (PMW) menggelar aksi demonstrasi, di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Wakatobi, Selasa (13/9/2022).

Unjuk rasa tersebut dilakukan guna meminta Kejari Wakatobi menangani serius laporan dugaan tindak pidana pungutan liar (pungli)/gratifikasi Kepala Sahbandar Wakatobi, Arman Saleh.

Arman Saleh dilaporkan beberapa waktu lalu atas dugaan pungli terhadap sopir truk yang memuat material timbunan dan batuan untuk material proyek pengembangan fasilitas pelabuhan Pangulubelo senilai Rp 25 ribu per truk.

Material itu dimuat dari kapal tongkang yang sandar dipelabuhan Pangulubelo ke lokasi proyek yang berada dipelabuhan tersebut.

Bahkan, diduga kuat material itu berasal dari lokasi tambang ilegal yang diangkut menggunakan tongkang dari Kabupaten Buton ke Wakatobi.

Orator sekaligus pelapor dugaan Pungli, Rahman Jadu mengatakan, pihaknya berharap kerjasama aparat kejaksaan guna mengungkap praktek pungli di instansi Syahbandar.

“Kami yakin aparatur penegak hukum masih konsisten dalam pemberantasan tindak pidana pungli,” tuturnya.

Dia meminta agar Kejari Wakatobi mengusut tuntas dan bekerja profesional.

“Kabarnya bahwa pelapor ini dibeking oleh oknum yang ada di kejaksaan hari ini. Tapi saya percaya pak Kepala Kejaksaan bisa bekerja profesional,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Wakatobi, Dody mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan terkait laporan dimaksud.

“Kami sedang melakukan pengumpulan barang bukti dan keterangan,” ujarnya.

Dody menyampaikan, pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pihak terlapor dalam waktu dekat ini.

“Paling lama minggu depan kami akan lakukan pemanggilan. Nantinya akan berkembang bukan hanya pada dugaan pungli saja tapi akan kami telusuri termasuk kelengkapan seluruh dokumen proyek itu,” cetusnya. (**)

Comment