EDISIINDONESIA.id – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menempati posisi teratas dalam sejumlah survei yang mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja menteri di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Nama Amran tercatat berada di posisi pertama dalam survei nasional evaluasi kinerja pemerintah yang dilakukan Adidaya Institute. Ia juga menempati posisi teratas dalam survei Parameter Politik Indonesia (PPI), serta masuk dalam jajaran menteri dengan penilaian kinerja terbaik versi Center of Economic and Law Studies (CELIOS).
Dalam survei Adidaya Institute yang dilaksanakan pada 15-21 September 2026, Amran memperoleh 13,5 persen. Ia unggul dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang meraih 11,6 persen dan Menteri Agama Nasaruddin Umar dengan 10,8 persen.
Selisih perolehan Amran mencapai 1,9 poin persentase dari Teddy dan 2,7 poin persentase dari Nasaruddin.
Ketiga nama tersebut menjadi satu-satunya yang mencatatkan persentase di atas 10 persen. Sementara itu, perolehan nama-nama lain berada di bawah 5 persen.
Hasil tersebut menunjukkan Amran dan dua nama berikutnya memiliki jarak yang cukup lebar dibandingkan menteri lain dalam penilaian responden Adidaya Institute.
Penilaian dalam survei ini diarahkan pada menteri yang dianggap paling baik dalam melayani masyarakat.
Amran Juga Unggul dalam Survei PPI
Hasil serupa muncul dalam survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) yang mengukur persepsi masyarakat terhadap menteri atau pejabat negara dengan kinerja terbaik. BacaIsu Politik
Dalam survei tersebut, Amran menempati posisi pertama. Responden yang memberikan penilaian positif mengaitkan kinerjanya dengan upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan.
Di posisi kedua, Teddy Indra Wijaya memperoleh penilaian positif dengan alasan yang dirangkum dalam ungkapan “sedikit bicara, banyak bekerja”.
Survei PPI dilaksanakan pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden.
Responden tersebar di 38 provinsi, 116 kabupaten/kota, 120 desa atau kelurahan, serta 120 rumah tangga yang dipilih secara acak.
Hasil kedua survei tersebut memperlihatkan Amran dan Teddy sama-sama mendapatkan penilaian positif dari responden. Namun, Amran menempati posisi teratas dalam pengukuran yang dilakukan kedua lembaga tersebut.
Amran Posisi Kedua Versi CELIOS
Selain Adidaya Institute dan PPI, CELIOS juga memasukkan Amran dalam jajaran menteri dengan penilaian kinerja terbaik.
Dalam laporan Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran yang dirilis pada 12 Oktober 2026, Amran menempati posisi kedua dengan skor 140 dari survei terhadap 994 responden.
Posisi pertama ditempati Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 291, sedangkan Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono berada di posisi berikutnya dengan skor 127. LayananPublik
Namun, terdapat catatan dalam membaca hasil pemeringkatan tersebut. Purbaya telah digantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan sejak 14 September 2026.
Dengan demikian, Amran menjadi menteri yang masih menjabat dengan skor tertinggi di antara nama-nama yang tercantum dalam pemeringkatan CELIOS tersebut.
CELIOS menggunakan metode positional scoring rule yang mengadaptasi sistem Borda Count. Metode ini menghitung skor berdasarkan akumulasi posisi pilihan responden terhadap nama-nama menteri.
Karena itu, hasil pemeringkatan tersebut menggambarkan preferensi responden terhadap para menteri, bukan semata-mata pengukuran teknis atas capaian program masing-masing kementerian.
Sebelumnya Masuk Penilaian Sejumlah Lembaga
Penilaian positif terhadap Amran juga muncul dalam sejumlah pengukuran lain. Sebelumnya, lembaga seperti Indikator Politik Indonesia dan IndexPolitica turut menempatkannya dalam jajaran menteri dengan penilaian kinerja tinggi.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan konsistensi posisi Amran dalam sejumlah survei yang mengukur persepsi masyarakat terhadap kinerja pejabat pemerintah.
Dalam survei Adidaya Institute dan PPI, Amran berada di posisi pertama. Sementara itu, dalam pemeringkatan CELIOS, ia menempati posisi kedua, di bawah Purbaya yang telah berganti jabatan.
Meski demikian, hasil survei tersebut perlu dibaca sesuai dengan metode dan indikator yang digunakan masing-masing lembaga. Perbedaan periode pengumpulan data, jumlah responden, serta cara penghitungan skor dapat memengaruhi hasil pemeringkatan.
Dengan demikian, posisi Amran dalam berbagai survei tersebut mencerminkan penilaian responden terhadap kinerjanya, terutama terkait pelayanan masyarakat dan upaya mewujudkan swasembada pangan. (edisi/fajar)
Comment