Badan Pangan Nasional Apresiasi Event Akbar Gerakan Muna Makan Jagung

MUNA, EDISIINDONESIA. id – Dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun (Hut) Kabupaten Muna ke-67 dan Hut RI ke – 81, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna menggelar berbagai jenis kegiatan kemasyarakatan, salah satunya event akbar Gerakan Muna Makan Jagung (GMMJ) yang telah terlaksana di SOR La ode Pandu Raha, Minggu (2/8/2026).

Hadir dalam kegiatan tersebut Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

Pejabat fungsional Direktorat Penganekaragaman Konsumsi Pangan, Dr. Rahmatia Garwan, memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemkab Muna dalam mencanangkan Gerakan Muna Makan Jagung.

“Inisiatif ini tidak hanya menguatkan implementasi visi JATI (Jagung, Hortikultura, Ternak, dan Ikan). Tetapi juga menjadi wujud nyata implementasi amanat Perpres No. 81 T
tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengapresiasi seluruh petani lokal Muna sebagai perantara dari Allah SWT atas kerja keras dan keringat tanpa lelah dalam merawat dan mengelolah lahan hingga membuahkan hasil jagung dan pangan yang melimpah di tanah Muna bagi kelangsungan hidup masyarakat setempat dan penggerak PKK Muna bersama stakeholder terkait.

“Kondisi Kabupaten Muna yang merupakan daerah kepulauan maka akan sangat beresiko jika pangannya tergantikan dari pasokan luar daerah Muna,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, mengoptimalkan pemanfaatan pangan lokal melalui Gerakan Makan Jagung ini patut diapresiasi.

“Ini bukan soal mengajak masyarakat mengonsumsi jagung tetapi bagaimana Pemerintah mengembalikan kebanggaan kita terhadap sejarah dan warisan budaya yang telah melahirkan beragam kuliner khas yang hingga kini masih lestari di masyarakat,” tambah Dr. Rahmatia.

“Muna punya kambose, katumbu yang selalu hadir saat panen, hingga kambewe memiliki cita rasa tersendiri. Ini menunjukkan bahwa jagung bukan hanya tanaman pangan tetapi bagian dari identitas peradaban Muna,” pujinya.

Menurut Dr. Rahmatia, GMMJ ini memiliki tiga makna strategis. Pertama, melestarikan Identitas pangan lokal, menjadikan jagung sebagai kebanggaan dan komoditas unggulan masyarakat Muna. Kedua, jagung menjadikan tubuh sehat, karena sumber karbohidrat yang kaya vitamin, serat dan sehat untuk pencernaan. Dan ketiga, semakin tinggi konsumsi jagung lokal, semakin terjamin pasar bagi hasil panen petani, sehingga ekonomi daerah berputar dan petani pun semakin sejahtera.

“Besar harapan kami, peluncuran GMMJ ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial belaka, tetapi terus berjalan secara kontinyu terus menerus dari hulu hingga hilir. Komitmen dan kolaborasi sinergis dari seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan mulai dari penyediaan benih berkualitas hingga dukungan alat pengolahan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sehingga gerakan ini mampu menjadi role model bagi daerah lain.” Imbuhnya. (**)

Comment