Dua Emak-Emak di Muna Polisikan Pihak SPPG Napabalano

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Dua emak-emak bernama Muliati dan Esti mempolisikan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Napabalano.

Emak-emak tersebut tidak terima lantaran dituduh mengambil berbagai macam bumbu program Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada SPPG Napabalano.

Muliati menceritakan, sebelumnya mereka adalah karyawan di SPPG tersebut sebagai juru masak dan pengikat ompreng.

Namun, pihak SPPG terkait memberhentikan keduanya secara sepihak. Setelah kedua emak itu menelusuri ternyata alasan pemecatan mereka dituduh mengambil bahan baku.

“Kami sangat keberatan atas tuduhan itu. Kita di fitnah, ini telah mencemarkan nama baik pribadi dan keluarga,” tegasnya bersama Esti kepada sejumlah media, Minggu (20/9/2026).

Menurut Muliati, justru selama bekerja di SPPG Napabalano, mereka yang dirugikan. Berbagai kekurangan bumbu masakan di dapur mereka yang harus mengambil di rumah pribadi mereka yang hingga kini tidak kunjung diganti.

“Kami mencoba bertahan bekerja, walaupun dengan berbagai kekurangan yang dihadapi. Saat pengepakan makanan nasi kurang, saya pergi ambil di rumahku agar makanan yang akan dibagi ke penerima manfaat tidak kurang,” terangnya.

“Selain itu, pemotongan gaji yang juga seharusnya ditransfer melalui rekening yang sudah dibuatkan, namun selama setahun ini tidak pernah lewat rekening, karena terjadi pemotongan gaji,” ungkapnya.

Dua emak ini menegaskan, melalui kuasa hukumnya juga akan melakukan somasi terhadap MBG Napabalano,

“Yang kami laporkan adalah management SPPG Napabalano dalam hal ini Koordinator, Kepala SPPG dan mitra atau pemilik dapur SPPG.” Tutupnya.

Sementara itu, pihak SPPG Napabalano belum dikonfirmasi karena letak SPPG tersebut berjarak tempuh puluhan kilo meter. (**)

Comment