KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menambah jajaran guru besar. Sebanyak delapan dosen dari lima fakultas dikukuhkan sebagai profesor dalam prosesi pengukuhan guru besar yang digelar pada Rabu (29/7/2026).
Delapan guru besar tersebut berasal dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan satu orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dua orang, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan satu orang, Fakultas Teknik dua orang, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dua orang.
Kedelapan guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Ir. La Ode Muhammad Yasir Haya, ST., M.Si., Ph.D., Prof. Dr. Drs. Kodirun, M.Pd., Prof. Dr. Drs. Syamsul Alam, M.Si., Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si., Prof. Dr. Ir. Hj. Rosmarlinasiah, MP., Prof. Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, ST., MT., Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, ST., MT., serta Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.Kes.
Prof. Ir. La Ode Muhammad Yasir Haya, ST., M.Si., Ph.D. dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir-Kelautan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 2848/M/KPT.KP/2025, tertanggal 16 Juni 2025, dengan TMT 1 Juni 2025.
Selanjutnya, Prof. Dr. Drs. Kodirun, M.Pd. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang ilmu Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44733/M/KPT.KP/2025, tertanggal 17 Desember 2025, dengan TMT 1 Desember 2025.
Prof. Dr. Drs. Syamsul Alam, M.Si. menjadi Guru Besar bidang ilmu Administrasi Keuangan Negara/Daerah berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43390/M/KPT.KP/2025, tertanggal 16 Oktober 2025, dengan TMT 1 Oktober 2025.
Sementara Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang ilmu Komunikasi Pembangunan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43392/M/KPT.KP/2025, tertanggal 16 Oktober 2025, dengan TMT 1 September 2025.
Berikutnya, Prof. Dr. Ir. Hj. Rosmarlinasiah, MP. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang ilmu Manajemen Sumberdaya Hutan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44732/M/KPT.KP/2025, tertanggal 17 Desember 2025, dengan TMT 1 Desember 2025.
Prof. Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, ST., MT. menjadi Guru Besar bidang ilmu Rekayasa Material Konstruksi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 43549/M/KPT.KP/2025, tertanggal 21 Oktober 2025, dengan TMT 1 Oktober 2025.
Kemudian Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, ST., MT. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang ilmu Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44376/M/KPT.KP/2025, tertanggal 17 Desember 2025, dengan TMT 1 Januari 2026.
Sedangkan Prof. Dr. Muhammad Rusli, M.Kes. dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Pendidikan Jasmani, Kesehatan dan Rekreasi berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 1730/M/KPT.KP/2026, tertanggal 22 Januari 2026, dengan TMT 1 Januari 2026.
Dalam prosesi tersebut, para guru besar juga menyampaikan orasi ilmiah sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Prof. La Ode Muhammad Yasir Haya menyampaikan orasi berjudul “Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir Lautan.”
Prof. Kodirun mengangkat tema “Kompetensi Logika Operasional dan Penalaran Logis pada Siswa Sekolah Menengah Atas di Kota Kendari.”
Prof. Syamsul Alam menyampaikan orasi “Administrasi Keuangan Daerah untuk Masa Depan: Kesehatan Fiskal, Nilai Aset Publik, dan Ekosistem Kebijakan yang Terkoneksi.”
Sementara Prof. Najib Husain mengangkat tema “Hybrid Development Communication: Menjembatani Big Data dan Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan.”
Prof. Rosmarlinasiah menyampaikan orasi berjudul “Pengelolaan Sumberdaya Lebah Madu Apis Dorsata Binghamii dalam Mendukung Eksistensi Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat.”
Prof. Nini Hasriyani Aswad mengangkat tema “Rekayasa Kayu Jati Putih Sulawesi Tenggara melalui Teknologi Impregnasi Nano.”
Selanjutnya, Prof. Edward Ngii menyampaikan orasi “Pengembangan GEORAP (Geopolymer for Road Application): Dari Limbah Lokal Menuju Perkerasan Jalan Berkelanjutan di Indonesia.”
Sedangkan Prof. Muhammad Rusli mengangkat tema “Penerapan Metode Pembelajaran dan Motor Educability dalam Pendidikan.”
Plt Rektor UHO, Prof. Khairul Munandi, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada delapan guru besar yang dikukuhkan.
Menurutnya, pencapaian jabatan guru besar bukan sekadar pengakuan atas prestasi akademik, tetapi juga menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pengabdian kepada masyarakat.
“Guru besar atau biasa dikenal dengan profesor merupakan puncak karier jabatan fungsional seorang dosen di perguruan tinggi,” ujar Prof. Khairul.
Ia berpesan agar para guru besar yang baru dikukuhkan dapat memberikan aksi nyata untuk memajukan UHO melalui bidang keilmuan masing-masing. Para profesor juga didorong untuk menghasilkan lebih banyak karya, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Khairul menekankan, guru besar memiliki peran sebagai academic leader yang tidak hanya memimpin melalui otoritas akademik, tetapi juga melalui keteladanan intelektual, visi bersama, budaya kolaborasi, dan akuntabilitas.
“Dengan kombinasi keahlian bidang, keterampilan manajerial, dan empati terhadap staf serta mahasiswa, guru besar mampu menyelaraskan tujuan penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat sehingga berdampak nyata,” katanya.
Ia juga mendorong para guru besar untuk menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen melalui keteladanan dalam rasa ingin tahu, disiplin kerja, serta integritas ilmiah.
Kehadiran para profesor, lanjutnya, diharapkan dapat memperkuat keterlibatan dalam proyek penelitian bersama, membuka ruang terhadap gagasan baru, serta meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian di lingkungan program studi masing-masing.
“Guru besar harus dapat menginspirasi mahasiswa dan dosen dengan hadir sebagai contoh konkret dari rasa ingin tahu, disiplin kerja, dan integritas ilmiah,” tuturnya.
Pengukuhan delapan guru besar tersebut dinilai semakin memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan UHO dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Dengan bertambahnya profesor, UHO diharapkan semakin mampu mengembangkan ilmu pengetahuan melalui riset, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional. (**)
Comment