KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Ratusan mahasiswa kota Kendari geruduk kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (23/4/2026).
Kedatangan ratusan mahasiswa ini menuntut dukungan terhadap penyelesaian kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andri Yunus.
Selain itu, mereka juga meminta DPRD Sultra untuk memberikan atensi terhadap suksesi reformasi Polri.
Pantauan media ini didepan gerbang kantor DPRD Sultra, terlihat mahasiswa terlibat dorong-dorongan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Dorong-dorongan ini berlanjut pada aksi tarik menarik hingga berujung pada sentuhan fisik. Bentrokan ini dipicu akibat lambatnya kehadiran Ketua DPRD Sultra, La Ode Tariala, untuk menyambut aspirasi.
Hingga sampai berita ini diturunkan, bentrokan kian meredah dan Ketua DPRD Sultra belum menemui mahasiswa.(**)
Comment