Tiga Anak di Muna Terseret Arus Selokan, Dua Meninggal Dunia

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Peristiwa tragis terjadi di Lorong 1, Desa Lianosa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 11.30 WITA. Tiga orang anak dilaporkan terbawa arus air selokan saat hujan lebat mengguyur wilayah tersebut.

Akibat kejadian itu, dua anak meninggal dunia sementara satu anak lainnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.

Korban yang selamat diketahui bernama Lintar (5), anak dari Iskandar. Sementara dua korban meninggal dunia yakni Fais (5) dan Zahra (3), yang merupakan anak dari La Lili.

Kasi Humas Polres Muna, IPTU Jufri, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat hujan deras turun sekitar pukul 11.00 Wita. Saat itu, Fais dan Zahra bersama dua sepupu mereka, Lintar dan Welda, bermain sambil mandi hujan di teras rumah.

Berdasarkan keterangan orang tua korban, La Lili (47), dirinya sempat melarang keempat anak tersebut untuk bermain hujan di luar rumah. Namun setelah itu ia masuk ke dalam rumah, memutar musik, dan tertidur.

“Saat itu saksi telah melarang keempat anak tersebut untuk tidak bermain hujan di luar rumah, kemudian saksi masuk ke dalam rumah sambil memutar musik dan selanjutnya tertidur,” kata Jufri, Selasa (17/3/2026).

Sekitar pukul 11.30 WITA, Kepala Dusun I Desa Lianosa, Basman, datang ke rumah La Lili sambil mengantar Lintar dan Welda. Ia menyampaikan bahwa beberapa anak sebelumnya terlihat terbawa arus air selokan dan ditemukan di aliran kali di samping SD 2 Tongkuno Selatan.

Mendengar kabar tersebut, keluarga korban bersama warga setempat langsung melakukan pencarian dengan menyusuri aliran selokan.

Personel Polsek Tongkuno dan Polsubsektor Tongkuno Selatan yang dipimpin Kapolsek Tongkuno, IPDA Munardin, S.H., turut membantu proses pencarian bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Sekitar pukul 14.10 WITA, korban Fais ditemukan warga di aliran kali dalam kondisi meninggal dunia. Sepuluh menit kemudian, sekitar pukul 14.20 Wita, korban Zahra juga ditemukan tidak jauh dari lokasi yang sama dan telah meninggal dunia.

Sementara itu, Lintar sebelumnya telah ditemukan lebih dulu dalam keadaan selamat di lokasi yang sama. Namun ia mengalami beberapa luka lecet pada bagian tangan, kaki, dan kepala.

Dari empat anak yang berada di lokasi saat kejadian, satu anak lainnya yaitu Welda tidak ikut turun ke selokan sehingga tidak ikut terbawa arus.

Diketahui jarak antara selokan di depan rumah korban dengan lokasi ditemukannya para korban di kali samping SD 2 Tongkuno Selatan sekitar 500 meter.

Meski selokan tersebut relatif sempit dan tidak terlalu dalam, derasnya hujan menyebabkan debit air meningkat sehingga arus menjadi cukup kuat dan menyeret anak-anak tersebut.

Setelah ditemukan, kedua korban yang meninggal dunia langsung dievakuasi ke Puskesmas Tongkuno untuk pemeriksaan medis.

Hasil pemeriksaan tenaga medis menyatakan keduanya telah meninggal dunia.
Sekitar pukul 15.30 Wita, jenazah Fais dan Zahra kemudian dibawa kembali ke rumah duka.

Tim Inafis Polres Muna bersama dokter dan tenaga medis Puskesmas Tongkuno juga telah melakukan pemeriksaan serta visum terhadap kedua korban.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa tersebut dipastikan merupakan musibah yang terjadi akibat derasnya arus air selokan saat hujan lebat.

“Peristiwa ini murni merupakan musibah akibat derasnya arus air selokan saat hujan lebat,” pungkasnya. (**)

Comment