KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Nilai ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Januari 2026 tercatat sebesar US$314,56 juta, mengalami kenaikan 1,78 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai US$309,07 juta, Senin (2/3/2026).
Meski nilai ekspor tumbuh secara tahunan, volume ekspor justru menurun. Pada Januari 2026, volume ekspor tercatat sebesar 232,79 ribu ton, turun 3,42 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 241,04 ribu ton.
Dilansir dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, kinerja impor Sultra pada awal tahun 2026 menunjukkan lonjakan signifikan. Nilai impor pada Januari 2026 mencapai US$218,16 juta atau naik 148,78 persen dibandingkan Januari 2025.
Peningkatan juga terjadi pada volume impor. Sepanjang Januari 2026, volume impor tercatat sebesar 338,53 ribu ton, meningkat 33,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan Sultra pada Januari 2026 masih mencatat surplus karena nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Namun, lonjakan impor yang cukup tajam menjadi perhatian dalam perkembangan perdagangan luar negeri daerah pada awal tahun ini.(**)
Comment