Semangat Baru Pendidikan Konawe: Bupati Pimpin Upacara HUT PGRI ke-80, Apresiasi Guru Terus Mengalir

KONAWE, EDISIINDONESIA.id– Pemerintah Kabupaten Konawe menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80, yang juga bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional tahun 2025. Acara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Konawe ini dipimpin langsung oleh Bupati Konawe, Yusran Akbar, ST.

Mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”, peringatan ini menjadi momen penting untuk memberikan apresiasi atas peran serta dedikasi para guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Konawe.

Dalam amanatnya, Bupati Yusran Akbar, ST membacakan sambutan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yang mengajak seluruh insan pendidikan untuk bersyukur atas nikmat dan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga bangsa Indonesia tetap bersatu dan kuat.

Pemerintah, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, telah mengambil langkah konkret untuk meningkatkan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru.

Pada tahun 2025, pemerintah memberikan beasiswa sebesar tiga juta rupiah per semester bagi guru yang belum berpendidikan D.IV/S1 melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau kepada 12.500 guru.

Selain itu, berbagai pelatihan seperti Pendidikan Profesi Guru, peningkatan kompetensi Bimbingan Konseling, Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Koding dan Kecerdasan Artifisial, serta Kepemimpinan Sekolah juga disiapkan.

Untuk meningkatkan kesejahteraan guru, pemerintah memberikan tunjangan sertifikasi sebesar dua juta rupiah per bulan untuk guru non-ASN, serta satu kali gaji pokok bagi guru ASN. Guru honorer juga menerima insentif sebesar 300.000 rupiah per bulan. Seluruh tunjangan dan insentif ini ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru.

Pemerintah menyadari bahwa berbagai insentif ini masih belum sepenuhnya memenuhi harapan, namun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru.

Pada tahun 2026, pemerintah berencana membuka kesempatan beasiswa untuk 150.000 guru, menaikkan tunjangan guru honorer menjadi 400.000 rupiah per bulan, mengurangi tugas administratif guru, meniadakan kewajiban mengajar 24 jam, serta menetapkan satu hari belajar khusus bagi guru dalam sepekan.

Kebijakan ini diharapkan agar guru dapat lebih fokus menjalankan tugas utama sebagai pendidik profesional.

Di era digital dan globalisasi ini, tugas guru semakin berat. Guru menghadapi berbagai tantangan seperti kehidupan yang hedonis dan materialistis, tekanan sosial dan ekonomi, serta tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Untuk memberikan perlindungan kepada guru, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia terkait penyelesaian damai (restorative justice) bagi guru yang berhadapan dengan murid, orang tua, atau lembaga swadaya masyarakat dalam konteks tugas pendidikannya.

Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban yang mengemban tugas mencerdaskan, membangun nalar kritis, serta membentuk akhlak mulia. Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi murid, kehadiran guru semakin penting sebagai teladan, motivator, dan sahabat bagi siswa.

Menteri mengajak seluruh guru untuk memperkuat motivasi dan meneguhkan jati diri, serta mengimbau masyarakat agar menghargai jerih payah para guru. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara guru dan orang tua, karena tanggung jawab pendidikan yang utama berada pada orang tua dan keluarga.

Dalam amanatnya, Menteri juga menyampaikan lima nasihat Presiden Prabowo Subianto kepada para murid, yaitu: Belajarlah yang baik, Cintai ayah dan ibu, Hormati guru, Rukun dengan teman, dan Cintai tanah air dan bangsa. Ia menegaskan bahwa doa dan restu guru akan sangat memengaruhi masa depan para murid.

“Terima kasih Bapak dan Ibu Guru atas semua dharma bakti yang tak ternilai. Teruslah mengabdi untuk negeri. Di tanganmulah masa depan bangsa ditentukan,” demikian disampaikan dalam amanat Hari Guru Nasional 2025.

Upacara peringatan HUT PGRI ke-80 ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, para kepala sekolah, pengurus PGRI, serta ratusan guru dari berbagai kecamatan di Kabupaten Konawe. Acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada guru berprestasi dan berbagai penampilan siswa sebagai bentuk apresiasi kepada para pendidik.

Peringatan ini diharapkan menjadi tonggak semangat baru bagi dunia pendidikan di Kabupaten Konawe untuk semakin maju dan berdaya saing.(**)

Comment